Hot Borneo

Walhi Kalsel Respons Larangan Jokowi soal Pembangunan PLTU Baru

apahabar.com, BANJARBARU – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan (Kalsel) merespons larangan Presiden Joko Widodo…

Featured-Image
Ilustrasi PLTU. Foto-net

apahabar.com, BANJARBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan (Kalsel) merespons larangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara yang baru.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi baru saja meneken Perpres No 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Listrik.

Perpres tersebut diteken Jokowi pada 13 September 2022 lalu, dan berlaku efektif pada saat diundangkan.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, menyambut baik larangan tersebut.

Menurutnya, ini merupakan komitmen pemerintah dalam mengurangi PLTU, yang rata-rata masih menggunakan energi fosil.

"Ini komitmen semua negara," ucap pria yang akrab disapa Kis ini kepada apahabar.com, Senin (19/9).

Terlebih, kata Kis, lambat laun batu bara akan habis karena masuk dalam sumber energi yang tidak dapat diperbaharui.

"Karenanya, pemerintah harus benar-benar menyiapkan energi terbarukan," katanya Kis pun meminta pemerintah daerah mendukung percepatan transisi energi sektor ketenagalistrikan.

Misalnya, kantor pemerintah atau bandara mulai menggunakan energi surya dengan atap panel.

Dikonfirmasi, Dinas ESDM Kalsel enggan memberikan tanggapan lantaran tidak memiliki kewenangan.

Komentar