Kalsel

Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya

apahabar.com, BANJARMASIN – Tersiar kabar Jembatan Alalak II patah. Menyusul terjadinya kemacetan parah di Jalan Hasan…

Featured-Image
Proses perbaikan portal jembatan Alalak II yang patah hingga mengakibatkan kemacetan parah di Jalan Hasan Basri Kayutangi Ujung, Selasa (27/1). apahabar.com/Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Tersiar kabar Jembatan Alalak II patah. Menyusul terjadinya kemacetan parah di Jalan Hasan Basri Kayutangi Ujung kemarin, Selasa (26/1).

Kemacetan terjadi sejak sore, hingga menjelang tengah malam. Kabar patahnya jembatan penghubung Banjarmasin dan Barito Kuala itu menyeruak di media sosial.

Lantas apakah benar jembatan Alalak II patah? Setelah dikroscek kabar tersebut rupanya tidak benar. Alias hoaks.

Portal Jembatan Alalak II Diganti Besi, Mobil yang Nekat Siap-Siap Hancur

Faktanya, Jembatan Alalak II masih utuh hingga tadi pagi, Kamis (27/1). Dari informasi yang dihimpun apahabar.com kemacetan terjadi karena ada perbaikan portal yang dipasang di jembatan.

Portal yang berfungsi membatasi angkutan berat untuk melintasi jembatan itu memang sudah patah hampir sepekan terakhir. Namun, baru kemarin diperbaiki.

Salah seorang warga setempat, Sanul, membenarkan kemacetan terjadi lantaran adanya perbaikan portal. Dan ia turut membantah kabar yang tersebar di medsos tersebut.

“Tidak ada yang patah (jembatan, red). Siapa bilang. Kalau portal yang patah memang benar,” ketusnya.

Sanul mengetahui persis soal kondisi kemacetan yang terjadi kemarin, pasalnya ia sering bertugas membantu mengatur lalu lintas di sana.

Sebagai informasi, Jembatan Alalak II ialah jalan alternatif menuju Barito Kuala, seiring dibangunnya Jembatan Alalak I.

Dari catatan apahabar.com, sepanjang tahun lalu sudah lebih tiga kali palang pembatas ketinggian di jembatan tersebut patah.

Meski sudah diberi warna mencolok, palang pembatas ketinggian Jembatan Alalak II ini sering patah akibat truk atau mobil pikap yang melintas saat malam hari.

Palang 2,1 meter ini sejatinya berfungsi agar tak ada angkutan berat dan besar melibat. Pemerintah sudah mengerahkan angkutan berat untuk melewati Jalan Gubernur Syarkawi, Lingkar Utara.

img

Misinformasi terkait patahnya Jembatan Alalak II, beredar di dunia maya sejak Selasa malam.

Sempat Diprotes, Feri Penyeberangan Sungai Alalak Akhirnya Kembali Beroperasi

Komentar