Tak Berkategori

Vaksinasi Covid-19, Disdik Banjarbaru Prioritaskan Guru Piloting

apahabar.com, BANJARBARU – Menyambut pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021, Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru memprioritaskan 300…

Featured-Image
Setelah vaksinasi Covid-19, pembelajaran tatap muka dijadwalkan dimulai kembali Juli 2021. Foto: apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Menyambut pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021, Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru memprioritaskan 300 guru piloting.

Jumlah tersebut sudah dinilai realistis, mengingat sebelumnya vaksinasi diusulkan untuk 4.500 guru, baik negeri maupun swasta.

“Kami sudah menyurati Dinas Kesehatan Banjarbaru agar mengutamakan tenaga pendidik di sekolah piloting. Hanya 300 untuk civitas akademika,” jelas Kadisdik Banjarbaru, M Aswan, Selasa (13/4).

Diharapkan usulan tersebut terpenuhi, mengingat salah satu syarat pembelajaran tatap muka adalah vaksinasi Covid-19 untuk tenaga pendidik.

“Semua guru dan civitas akademik seperti tukang kebun, tukang sapu dan administrasi harus divaksin,” papar Aswan.

“PTM juga merupakan gabungan tatap muka dan daring. Sedangkan jadwal belajar tidak full seperti sebelum pandemi,” tambahnya.

Adapun sekolah piloting di Banjarbaru berjumlah 98 unit. Terdiri dari 59 unit Paud/TK, 22 unit SD dan 17 unit SMP.

Sementara Dinas Kesehatan Banjarbaru berusaha memenuhi keinginan Dinas Pendidikan. Tak cuma 300, bahkan ditargetkan seluruh tenaga pendidik harus mendapatkan vaksin Covid-19.

“Masalahnya vaksin yang diinginkan belum tersedia. Bukan hanya di Banjarbaru, seluruh Indonesia belum menerima vaksin tahap selanjutnya,” tukas Rizana Mirza.

Dari sekitar 3.500 vaksin yang diterima Banjarbaru, sebanyak 1.381 di antaranya telah digunakan untuk tenaga medis dan petugas pelayanan publik.

“Situasi ini disebabkan negara pembuat vaksin mengalami peningkatan kasus konfirmasi, pengiriman vaksin ke Indonesia lambat,” tandas Rizana Mirza.

Komentar