Politik

UPDATE Pilwali Banjarmasin: Ibnu Sina-Ananda Bersaing Sengit, Golkar Akui Kekalahan

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Banjarmasin 2020 memasuki babak akhir. Meninggalkan dua pesaing, pemenang…

Featured-Image
Wakil Ketua Bapilu Golkar Kalsel menyebut hampir semua kader Golkar di Pilkada kabupaten/kota termasuk di Banjarmasin kalah. Foto: Dok.Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Banjarmasin 2020 memasuki babak akhir.

Meninggalkan dua pesaing, pemenang Pilwali Banjarmasin pun mulai terlihat.

Jika bukan nomor urut 02 Ibnu Sina-Ariffin Noor, paslon nomor urut 04 Hj Ananda-Mushaffa Zakir pemenangnya.

Prediksi itu berdasar hasil perhitungan cepat di laman: https://pilkada2020.kpu.go.id/.

Hingga siang ini, Jumat (11/12), Ibnu-Ariffin unggul dengan 15.357 suara atau 39,3 persen.

Sementara Ananda-Mushaffa menguntit di belakangnya dengan 12.272 suara atau 31,3 persen.

Banjarmasin menjadi wilayah dengan total pemilih terbanyak, yakni 448.157 orang.

Namun suara warga Banjarmasin yang masuk ke KPU baru terkumpul 19,69 persen. Artinya jumlah itu baru menjangkau 236 TPS saja.

Data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara KPU adalah hasil foto formulir Model C.Hasil-KWK yang dikirim oleh KPPS melalui Sirekap.

Lantas bagaimana respons pihak Ananda-Mushaffa?

Setelah Gerindra, giliran Golkar mengakui keunggulan petahana Ibnu Sina.

“Memang kader Golkar semua di kabupaten/kota termasuk di Banjarmasin kalah,” ujar Wakil Ketua Badan Pemilu Partai Golkar Kalsel Puar Junaidi.

Sinyal kekalahan itu didapat Puar merujuk data beberapa lembaga penghitungan cepat atau quick count.

Tetapi, Puar menjelaskan data perhitungan cepat tersebut masih bersifat sementara.

Puar masih setia menunggu hasil rekapitulasi dari KPU dalam memutuskan siapa kepala daerah terpilih.

“Apa pun semua dari keputusan itu pun hasil dari pilihan rakyat,” pungkasnya.

Puar bilang gelaran Pilkada serentak tahun ini terasa berbeda dari sebelumnya. Tidak lagi terjadi politik uang.

“Tren baru dalam pesta demokrasi,” jelas Puar.

Dirinya pun mafhum bila tiap paslon dan masyarakat memiliki kekhawatiran masing-masing atas keputusan KPU.

“Mudah-mudahan apa yang terjadi di Pilkada bisa bertahan di Pemilu selanjutnya,” ucapnya.

Menurutnya, banyak indikator yang menyebabkan jumlah partisipasi pemilih di Pilkada serentak 2020 anjlok.

Pertama, kata dia, masyarakat trauma dengan isu klaster atau wilayah penyebaran Covid-19. Keadaan tersebut membuat pemilih enggan ke TPS.

“Sudah diributkan antisipasi klaster baru Covid-19 dan hasilnya masyarakat memilih untuk tidak ke TPS,” katanya.

Tak hanya itu. Puar mengatakan masyarakat kurang mengetahui informasi tentang waktu pemilihan.

Terlebih, lanjut dia, bahwa kondisi cuaca saat pencoblosan sedang tidak bersahabat.

“Pada saat hujan dan angin cukup deras menyebabkan masyarakat malas buat ke TPS,” pungkasnya.

Ibnu Sina, melalui Ketua Tim Pemenangannya Bambang Yanto Purnomo yakin sang petahana akan memecahkan mitos wali kota dua periode.

“Insyaallah akan dipecahkan nantinya,” tegas Bambang kepada apahabar.com.

Sementara itu, sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari pasangan Ananda-Mushaffa. Ananda sendiri belum menjawab panggilan telepon yang dilayangkan apahabar.com.

Ananda hilang bak ditelan bumi pasca-pencoblosan.

Haris Belum Lempar Handuk, Ananda No Respons, Ibnu Masih Unggul

Komentar