Hot Borneo

Uang Terendam Banjir di Martapura, Pihak Keluarga: Semoga Bisa Ditukar di Bank

Pihak keluarga pemilik uang puluhan juta yang rusak akibat terendam banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, masih berharap uangnya bisa ditukar

Featured-Image
Warga Pasayangan Martapura menemukan uang diperkirakan puluhan juta dengan kondisi lapuk terendam banjir. Foto-Tangkapan Layar

apahabar.com, MARTAPURA - Pihak keluarga pemilik uang puluhan juta yang rusak akibat terendam banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, masih berharap uangnya bisa ditukar dengan yang baru. 

Uang yang diketahui milik warga Pasayangan, Martapura, ditemukan dalam kondisi rusak, meski sebagian di antaranya masih bisa diselamatkan. 

Mewakili keluarga, Anshari, berharap uang itu bisa ditukar di bank. Pihak keluarga, kata dia, ingin memanfaatkan uang itu untuk keperluan acara peringatan kematian dan doa bersama, karena si pemilik uang, Hj. Marsitah, baru saja meninggal dunia. 

"Harapannya duit ini bisa ditukar melalui bank agar bisa dimanfaatkan untuk keperluan almarhum seperti baca doa arwah, haul, dan disedekahkan," ujar Anshari, Senin (28/11) .

Baca Juga: Besok! Bareskrim Periksa Ismail Bolong Terkait Dugaan Suap Tambang Ilegal

Sebelumnya, video warga warga Pasayangan, Martapura, yang menemukan bergepok-gepok uang viral di media sosial. Uang itu ditemukan dalam rumah, bukan di bawah kolong rumah seperti yang sebelumnya dikabarkan di media sosial.

Uang milik almarhumah Hj Marsitah itu ditemukan pada Sabtu (26/11) siang. Saat ditemukan, Hj Marsitah masih dirawat di rumah sakit, tapi pada malam harinya dia wafat.

"Yang menemukan uang sepupu beliau bernama Yusuf. Ditemukan dalam rumah setelah mendapat amanat (dari Marsitah) untuk mengambil uang yang sudah lama disimpan," ujar Anshari.

Baca Juga: Tak Percaya Polisi, Farah Diba Sangsi Bripda DZM Sudah Ditahan

Kondisi uang yang sempat terendam tampak lapuk. Lembaran uangnya pun beragam, dari Rp500 rupiah bergambar orang utan hingga lembaran merah Rp100 ribu. 

Selain lapuk, sebagian uang juga sudah penggal. Hanya lembaran Rp500 bergambar orang utan yang masih utuh dan tampak terlihat baru, karena tidak tersentuh air.

Semasa hidupnya, alhamarhumah Hj. Marsitah merupakan penjual kue keliling bersepeda. Selama ini pihak keluarga tidak ada yang mengetahui dia menyimpan uang sebanyak itu. Tapi, diduga Hj. Marsitah sudah menabung sejak puluhan tahun yang lalu.

Baca Juga: Terlibat Kredit Fiktif, Mantan Pegawai BRI Marabahan Dituntut 6 Tahun Penjara

Usai banjir besar tahun 2021 yang menyebabkan uangnya terendam dan rusak, Hj. Marsitah trauma cukup berat. Akhirnya, ia tidak lagi menempati rumahnya dan memilih tinggal bersama keluarga. Hanya sesekali dia menjenguk rumahnya.

Pekan lalu, Marsitah dirawat di rumah sakit. Pihak keluarga mulai bingung soal biaya pengobatannya. Saat itulah Marsitah membuka rahasiabbahwa dia punya tabungan yang sudah terendam banjir. 

Editor
Komentar