News

Tujuh Warga Kapuas Timur Keracunan Jamur

Sebanyak 7 orang warga Desa Anjir Serapat Tengah, Kecamatan Kapuas Timur, Kapuas, Kalteng, mengalami keracunan makanan, Rabu (5/10).

apahabar.com, KUALA KAPUAS - Sebanyak 7 orang warga Desa Anjir Serapat Tengah, Kecamatan Kapuas Timur, Kapuas, Kalteng, mengalami keracunan makanan jamur, Rabu (5/10).

Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono melalui Kapolsek Kapuas Timur Iptu Eko Sutrisno membenarkan adanya kasus keracunan makanan tersebut.

"Iya benar. Korban diduga keracunan usai menyantap makanan jamur," katanya kepada apahabar. com.

Eko Sutrisno pun menjelaskan kronologis terjadinya kasus keracunan tersebut berawal saat korban atas nama M Ridwan pergi kebelakang rumahnya untuk mengambil jamur.

"Sekitar pukul 10.00 Wib korban Ridwan mencari atau mengambil jamur di belakang rumahnya dengan maksud untuk dikonsumsi bersama warga lain," jelasnya.

Lalu masing-masing warga memasak jamur yang sebelumnya dicuci memakai air ledeng, kemudian dibuat sop jamur dengan bumbu garam dan bawang.

Adapun jenis makanan yang dikonsumsi yaitu nasi putih, jamur, ikan kering, tempe. Sedangkan jenis minuman yang diminum yaitu air ledeng yang sudah dimasak.

Pada saat selesai makan jamur sekitar pukul 12.30 Wib warga merasa mual dan muntah serta buang air besar. Kemudian mata berkunang-kunang dan pandangan mata kabur.

"Total ada lima rumah yang mengalami keracunan pangan dimana satu rumah ada tiga orang dan rumah lainnya masing-masing satu orang dengan jumlah korban keseluruhan tujuh orang," terang Eko.

Ketujuh korban kemudian dibawa ke UPT Puskesmas Anjir Serapat untuk mendapatkan penanganan medis. Kasus keracunan pangan ini pun sedang dilakukan penyelidikan oleh pihak aparat kepolisian.

"Kami melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan korban, penanganan medis dan pemeriksanaan sample sisa makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna mencari penyebab dugaan keracunan tersebut," kata Eko.

Kapolsek Kapuas Timur itu pun mengimbau warga untuk tidak sembarang mengkonsumsi bahan pangan yang belum jelas kebersihan dan kandungannya. 

Editor
Komentar