Hot Borneo

Tindak Pidana di Kalsel Meningkat, Penyelesaian Kasus Malah Merosot

Tindak pidana di Kalsel meningkat selama tahun 2022. Hingga November 2022, Polda Kalsel telah menangani 5.364 kasus tindak pidana.

Featured-Image
Menariknya, meski trend penindakan mengalami peningkatan, justru penyelesaiannya cenderung merosot. Foto-apahabar/Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN - Tindak pidana di Kalsel meningkat selama tahun 2022. Hingga November 2022, Polda Kalsel telah menangani 5.364 kasus tindak pidana.

Angka itu meningkat dibandingkan tahun lalu yakni sebanyak 5.031 kasus. Artinya, ada peningkatan 333 kasus di 2022. Atau naik sebanyak 6,28 persen.

Meski tren penindakan mengalami peningkatan, justru penyelesaiannya cenderung merosot. Pasalnya, penyelesaian tindak pidana di 2021 lalu sebanyak 4.364 kasus. Sementara di 2022 menurun menjadi 4.231 kasus. Artinya, menurun 133 kasus. Atau 3,04 persen.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi mengklaim penurunan terjadi dikarenakan adanya penanganan kasus yang masih berproses.

"Jika dibanding 2022 dengan 2021 memang terjadi kecenderungan penurunan penyelesaian perkara terhadap kasus-kasus yang dilaporkan," ujarnya saat acara pers rilis akhir tahun 2022, Rabu (28/12) malam.

Baca Juga: Jalin Kemitraan, Partai Gerindra Kalsel Kunjungi apahabar.com

"Jadi angka tindak pidana ini secara umum adalah kasus yang dilaporkan masyarakat yang ada korbannya," lanjutnya.

Andi mengatakan penurunan ini disebabkan adanya kasus yang saat ini berproses hingga akhir tahun. Dan diharapkan kasus tersebut dalam diselesaikan di tahun depan.

"Tentu kita berharap ini bisa sampai di peradilan di tahun depan," harapnya. 

Lebih jauh dari 5.364 kasus yang ditangani, paling mendominasi adalah jenis kejahatan konvensional sebanyak 3.604 kasus. 

Sebut saja pencurian kendaraan bermotor 239 kasus, pencurian dengan pemberatan 425 kasus, pencurian dengan kekerasan 47 kasus, penyalahgunaan senjata tajam 200 kasus dan kejahatan lainnya sebanyak 2.639 kasus.

Baca Juga: Anggota DPRD Banjar Wafat Usai Rayakan Ulang Tahun

Kemudian di posisi yang kedua jenis kejahatan transnasional. Seperti peredaran narkotika sebanyak 1.622 kasus dan kejahatan terhadap kekayaan negara, ilegal logging, ilegal mining, korupsi dan penyelewengan BBM sebanyak 138 kasus.

Sementara itu, untuk pelanggaran yang dilakukan anggota di 2022 diklaim mengalami penurunan. Menurut catatan, ada 97 pelanggaran disipli dan ada 78 pelanggaran lainnya. Sedangkan di 2021 terdapat 116 pelanggaran disiplin, dan 116 pelanggaran kode etik.

Selanjutnya, ada beberapa kasus menonjol yang ditangani Polda Kalsel pada 2022. Sebut saja pengungkapan peredaran narkotika seberat 10 kilogram pada bulan Juli 2022 dan longsor tambang emas ilegal Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru.

Editor
Komentar