Gaya Hidup

Tidak Selalu Obat, Begini Saran Dokter untuk Tindakan Pertama Orangtua Jika Anak Batuk

Umumnya cuaca di Indonesia telah memasuki musim penghujan, sehingga beberapa penyakit menular berpotensi sekali menyebar.

Featured-Image
Ilustrasi - Penyebab batuk pada anak bisa bervariasi. Foto- iStockphoto/kwanchaichaiudom via CNNIndonesia

apahabar.com, JAKARTA - Umumnya cuaca di Indonesia telah memasuki musim penghujan, sehingga beberapa penyakit menular berpotensi sekali menyebar.

Dari itu tidak jarang gejala-gejala seperti batuk kerap ditimbulkan oleh penyakit tersebut. Batuk bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak, untuk mengatasi tindakan pertama tidak selalu harus minum obat.

Dokter spesialis anak, Matahari Harumdini menyarankan kepada orangtua untuk perbanyak cairan bisa menjadi pertolongan pertama jika anak mengalami batuk.

"Dengan banyak cairan sel tubuh tidak akan mengalami dehidrasi, jadi bisa bekerja dengan baik," ucapnya dalam diskusi mengenai batuk pilek pada anak yang diikuti secara daring di Jakarta seperti seperti dilansir Antara, Kamis (20/10).

Cairan yang dimaksud bisa berupa air hangat, susu maupun ASI. Karena dengan cairan, tubuh akan bekerja dengan baik mengeluarkan lendir dalam saluran nafas.

Lendir yang keluar dari tubuh berguna untuk menyingkirkan bakteri dan virus penyebab batuk.

Ia mengatakan batuk yang terjadi pada anak biasanya tidak selalu berasal dari virus dan bakteri. Alergi terhadap makanan dan udara juga bisa memicu batuk.

"Kalau alergi sifatnya berulang, biasanya orangtua tahu ada pemicu dan kadar alergi anak. Kalau karena infeksi virus dan bakteri bisa demam ringan sampai tinggi, kondisi menurun, lemas, enggak nafsu makan," ucap Matahari.

Jika anak mengalami demam, orangtua disarankan perbanyak konsumsi cairan pada anak, karena kebutuhannya akan lebih meningkat, dan konsumsi makanan sedikit, namun sering agar imunitas menjadi lebih baik untuk melawan bakteri.

"Makan yang pasien mau, yang penting banyak minum, ngemil boleh yang penting perutnya jangan kosong, sedikit tapi sering. Dengan sendirinya imunitas akan baik, jadi bisa melawan bakteri," ucapnya.

Dokter dari RS Islam Jakarta Cempaka Putih ini menyarankan jika anak sakit penting untuk melihat tanda dehidrasi pada tubuh seperti buang air kecil yang berkurang. Pada kasus batuk pilek yang disertai demam tinggi, ia menyarankan untuk segera dibawa untuk berobat.

"Tubuh enggak tahan dehidrasi, kalau ada tanda dehidrasi kencing berkurang segera bawa (ke dokter), kalau sesak nafas berarti ada radang atau pneumonia," kata Matahari.

Dalam kasus gangguan ginjal akut yang melarang sementara penggunaan obat sirup, ia menyarankan jangan mengonsumsi obat sembarangan dan selalu konsultasikan dengan dokter agar mendapat pengobatan yang tepat.

Selain itu, konsumsi madu, kompres air hangat dan memastikan udara hangat juga bisa jadi penanganan saat sakit dengan tidak menggunakan obat.

"Yang membantu saat anak sakit pakai cara tidak pakai obat, perbanyak cairan, kompres air hangat, kalau batuk pilek perbanyak minum hangat, udara hangat, madu mungkin bisa membantu dulu, setelah itu beli obat jangan sembarang, konsultasi ke klinik atau Puskesmas," jelasnya.

Editor
Komentar