Hot Borneo

Terungkap Fakta Baru Saat Utuh Zenit Peragakan 25 Adegan Pembunuhan Sadis Pasutri di Palangka Raya

Sebanyak 25 adegan diperagakan Fajri alias Aji alias Utuh Zenit (26) dalam rekontruksi ulang pembunuhan sadis terhadap Pasutri di Palangka Raya.

Featured-Image
Utuh Zenit saat memperagakan adegan rekonstruksi ulang pembunuhan sadis terhadap pasutri di Palangka Raya, Selasa (8/11/2022). Foto-apahabar.com/Andre

apahabar.com, PALANGKA RAYA - Sebanyak 25 adegan diperagakan Fajri alias Aji alias Utuh Zenit (26) dalam rekontruksi ulang pembunuhan sadis terhadap pasangan suami istri (Pasutri) di Palangka Raya, Kalteng, Selasa (8/11/2022).

Dalam rekonstruksi ulang itu, terungkap fakta baru Utuh Zenith sebelum menghabisi nyawa pasutri di Palangka Raya, bernama Ahmad Yendianoor (46) dan Fatmawati (45) pada 23 September 2022 lalu.

Rekonstruksi ulang pembunuhan sadis dilakukan di rumah pasutri di Jalan Cempaka Gang Kamboja, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya. Tampak Kasatreskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny M Nababan didampingi Kanit Jatanras Ipda Helmi Hamdani serta dihadiri petugas Kejaksaan Negeri setempat dan penasehat hukum tersangka.

Dalam rekonstruksi itu, terdapat fakta baru yang diungkapkan Utuh Zenith dihadapan para petugas. Yakni sebelum pembunuhan sadis itu dilakukan, pelaku dan korban sebelumnya sempat bertemu pada sore hari.

Dari pertemuan itu juga diperagakan. Dan Utuh Zenith mengaku dijanjikan pekerjaan untuk memotong rumput oleh korban. Rupanya itu merupakan salah satu, menambah hasrat pelaku menghabisi korban.

Mengingat sebelumnya, motif pembunuhan sadis itu dilakukan atas dasar sakit hati, lantaran sering dibully dan handphone pelaku digadaikan korban serta korban sering ingkar janji.

Kasatreskrim Polres Palangka Raya, Kompol Ronny M Nababan mengatakan, pada adegan ke 13 yang diperagakan, tersangka mulai melakukan pembunuhan terhadap korban. Tersangka mulai menghabisi nyawa Ahmad Yendianor kemudian istrinya Fatnawati.

"Kedua korban meninggal di tempat dengan sejumlah luka robek yakni pada Suaminya ada 13 luka dan istrinya 11 luka," kata Ronny.

Kasipidum Kejari Palangka Raya, I Wayan Gedin Arianta kepada awak media mengatakan, rekonstruksi yang digelar hari ini sesuai pengakuan dari tersangka dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian.

Namun menurut I Wayan Gedin Arianta bisa saja nanti saat persidangan tersangka memiliki hak ingkar dan memiliki alibi lain, dan keterangan saksi-saksi yang ada di BAP bisa sesuai atau tidak berdasarkan faktanya.

“Jadi rekonstruksi hari ini tujuannya untuk menambah terang suatu tindak pidana, bukan untuk alat bukti, melainkan untuk meyakinkan hakim atas peristiwa yang dilakukan tersangka" terangnya.

I Wayan menambahkan, selama rekonstruksi berlangsung, tersangka melakukan adegan demi adegan dengan baik, dan hasil tes kejiwaan tersangka juga tidak ada masalah.

Untuk pasal yang didakwakan, kata dia, sesuai dalam berkas perkara, tersangka dijerat tetap dengan pembunuhan berencana dan penganiayaan menyebabkan kematian serta pembunuhan biasa.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Pasutri di Palangka Raya: Polisi Pertajam BAP "Utuh Zenit" Sebelum P21

Editor
Komentar