Hot Borneo

Teror Perampasan Motor di Banjarmasin, Pelaku Ternyata Oknum Polisi!

apahabar.com, BANJARMASIN – Rentetan aksi perampasan sepeda motor saat malam hari terjadi di Banjarmasin. Terungkap, pelakunya…

Featured-Image
ILUSTRASI kedua pelaku kerap menggunakan masker penutup wajah dan baju dalaman bertuliskan instansi kepolisian. Foto: Tempo.co

apahabar.com, BANJARMASIN – Rentetan aksi perampasan sepeda motor saat malam hari terjadi di Banjarmasin. Terungkap, pelakunya anggota aktif kepolisian.

Mereka adalah Aipda PS dan Briptu DE. Kurang dari sepekan beraksi, dua motor mereka gondol. Korbannya sementara berjumlah dua orang; RD (30) dan NA (15).

Korban pertama RD, warga Teluk Tiram bercerita kasus perampasan itu menimpanya pada Jumat (6/8) malam.

Bermula pada pukul 24.00 ketika ia berniat membeli rokok ke sebuah warung di kawasan Sutoyo S Banjarmasin.

Tiba-tiba saja ia dibuntuti oleh dua pria tak dikenal. “Saya ngelihat di spion ada yang mengikuti, saya curiga,” ceritanya, Minggu (14/8).

Saat itu, kata RD, para pelaku yang menaiki sebuah sepeda motor sempat beberapa kali mencoba mendekatinya. “Mereka meneriaki saya untuk menyuruh berhenti di pinggir jalan,” ujarnya.

Diteriaki, RD tak langsung berhenti. Dia terus memacu Honda Beat DA 6340 AFO miliknya. Kejar-kejaran terjadi.

“Salah satu pelaku sempat menendang motor saya. Untung saya tidak jatuh. Saya tetap lari,” jelasnya.

Singkat cerita, RD berhenti di sebuah warung di dekat Hotel Sampaga Banjarmasin. Saat berhenti, salah satu pelaku menuduh RD membawa sabu-sabu.

Para pelaku, ujarnya, sambil membuka jaket menunjukkan baju kaos dalamnya yang berwarna cokelat khas pakaian anggota kepolisian.

“Kamu gak tau kah aku siapa?” kata pelaku kepada RD.

Para pelaku lalu berpura-pura menggeledah RD. RD bahkan juga sampai disuruh membuka mulutnya.

RD lalu dibawa ke pinggir jalan sunyi, menjauh dari warung. Di sana RD kembali digeledah oleh kedua pelaku.

Sejurus kemudian, satu pelaku membawa sepeda motornya. Sementara RD disuruh naik ke sepeda motor pelaku.

Di tengah perjalanan, RD tidak lagi melihat pelaku yang membawa sepeda motornya.

Adapun dia dibawa ke kawasan Simpang Ulin. Lalu diturunkan di depan Duta Mal Banjarmasin. “Setelah itu, pelaku pergi,” tuturnya.

RD lantas bingung. Dia lalu pulang jalan kaki ke rumahnya. “Saya melapor ke Mapolresta Banjarmasin,” katanya.

Aksi Kedua

img

Kedua pelaku sudah diamankan.

Sehari berselang aksi serupa juga terjadi. Kali ini korbannya warga Sutoyo S Banjarmasin Barat berinisial NA. Apesnya lagi motor yang dirampas milik temannya, MAR (21).

Pada Minggu (7/8) sekira pukul 23.00 malam, NA bersama seorang temannya berinisial DN (17) diminta oleh MAR pergi untuk membeli kertas HVS.

Menunggangi sepeda motor Honda Scoopy DA 6548 AEW, mereka pergi ke salah satu kios fotokopi di Teluk Tiram Darat, Banjarmasin Barat.

Awalnya tidak ada yang mencurigakan. Hingga NA dan DN hendak pulang, sampai di depan Gang 20, Jalan Sutoyo S,Banjarmasin mereka tiba-tiba dicegat dua pria yang menaiki motor Yamaha N-Max berwarna merah.

“Mereka mengenakan seragam PDL khas kepolisian, tapi saat itu berjaket,” kisah NA.

Salah seorang pelaku kemudian meminta NA untuk menunjukkan surat izin mengendarai hingga surat administrasi sepeda motornya.

“Dia mencabut kunci motor,” ucap NA.

Setelah itu, salah satu pelaku kemudian mengambil motor yang dinaiki NA.

“Katanya disuruh ngambil ke Polda Kalimantan Selatan (Kalsel),” bebernya.

Namun saat NA beserta keluarga dan temannya mendatangi Polda Kalsel, polisi di sana mengaku tidak ada razia motor yang dilakukan malam hari.

“Saya kemudian melapor ke Mapolsek Banjarmasin Barat,” ujarnya.

Polisi Aktif

img

Kombes Sabana Atmojo. Dok.apahabar.com

Beberapa hari berselang, terduga pelakunya berhasil ditangkap atau pada Rabu (10/8) lalu.

Terungkap jika keduanya merupakan anggota polisi yang masih aktif berdinas di Banjarmasin. Disebut-sebut berasal dari Satuan Samapta Bhayangkara atau Sabhara.

Dikonfirmasi, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo membenarkan jika dua anggotanya terlibat perampasan tersebut.

Lebih jauh, Sabana memastikan jika keduanya akan diproses sesuai hukum yang ada.

“Benar. Dua orang yang bersangkutan saat ini sudah dilakukan proses hukum dan ditahan. Karena siapapun pelakunya, hukum harus ditegakkan,” ujarnya.

Komentar