News

Tepi: Masyarakat Bosan Dengar Nama Capres 2024: Anies, Ganjar dan Prabowo

apahabar.com, JAKARTA – Koordinator Komite Pemilih (Tepi Indonesia) Jeirry Sumampow, menilai publik sudah bosan mendengar nama-nama…

Featured-Image

apahabar.com, JAKARTA – Koordinator Komite Pemilih (Tepi Indonesia) Jeirry Sumampow, menilai publik sudah bosan mendengar nama-nama Capres yang muncul di Pemilu 2024.

Ada tiga nama kata Jeirry, yakni Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurutnya tiga nama tersebut terlalu sering ditampilkan media sehingga dinilai dapat menaikkan ektabilitas masing-masing.

“Problemnya begini, media terlalu mempopulerkan nama tokoh, jadi publik ke arah sana, dan seolah-olah tak punya pilihan lain. Membuat figur-figur ini populer, dan populernya ini berpengaruh pada elektabilitasnya,” kata Jeirry dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (10/9/2022).

Padahal kata Jeirry, tiga nama capres dengan ektabilitas tinggi tersebut juga belum tentu mampu menyeselaikan masalah fundamental kebangsaan saat ini.

Direktur Eksekutif Lembaga Riset dan Konsultasi Publik Algoritma Aditya Perdana mengatakan masyarakat sejatinya tak sepenuhnya yakin dengan calon presiden yang populer saat ini.

Apalagi, kata dia nama-nama itu menghiasi seluruh media di tanah air. Dia menyebut ada kejenuhan pada masyarakat terkait figur-figur yang sudah lebih dulu populer saat ini.

Menurut Aditya, masyarakat sebenarnya tidak sepenuhnya yakin dengan figur calon presiden yang beredar saat ini.

Keyakinan masyarakat itu mengenai, kemampuan para Capres untuk mengatasi persoalan bangsa dan negara yang saat ini tengah dihadapi.

Seperti masalah polarisasi politik, ekonomi sosial, peran Indonesia di internasional, serta pemberantasan korupsi.

“Disitulah kami punya keyakinan bahwa masih ada peluang bagi para capres lain yang sebenarnya mau mengatasi problem yang kita hadapi, seperti polarisasi masyarakat, pemberantasan korupsi, hukum, pemulihan ekonomi, kalau itu semua bisa dipenuhi, curilah ruang itu,” pungkas Aditya.

Akademisi Ilmu Komunikasi, Adi Sulhardi, menilai wajar jika media sering menilai ‘menggoreng’ tiga nama tersebut.

Hal itu karena tidak ada lagi figur Capres yang dinilainya mampu menyelesaikan masalah-masalah negara saat ini.

“Wajar kalau yang digoreng media itu-itu aja, karena mau siapa lagi, ujung-ujungnya balik ketiga nama tersebut,” kata pria berkepala plontos itu. (Leni)

Tags
News
Komentar