News

Tak Lolos Pendaftaran, Partai Besutan Farhat Abbas dan Dua Partai Lain Gugat KPU ke Bawaslu

apahabar.com, JAKARTA – Ada 16 partai politik (parpol) yang tidak lolos pendaftaran sebagai calon peserta Pemilu…

Featured-Image

apahabar.com, JAKARTA – Ada 16 partai politik (parpol) yang tidak lolos pendaftaran sebagai calon peserta Pemilu 2024.

Hal itu dikarenakan para parpol tersebut tidak dapat melengkapi berkas dokumen yang diminta oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga batas waktu yang ditentukan, yaitu hingga 14 Agustus 2022 pukul 23:59 WIB.

Sejauh ini, sudah ada tiga parpol yang menggugat KPU kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ketiga parpol itu adalah Partai Bhinneka Indonesia (PBI), Partai Berkarya, dan Partai Negeri Daulat Indonesia (Pandai).

Ketua Umum Partai Pandai, Farhat Abbas mengatakan partainya telah melaporkan sejumlah masalah yang ada pada saat proses pendaftaran kepada pihak Bawaslu.

“Kita meminta kepada Bawaslu maupun tingkat selanjutnya agar segera memerintahkan pengauditan sistem KPU,” ujar Farhat kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/8).

Selain itu, Sekretariat Jenderal Partai Berkarya Andi Picunang juga ikut bersuara. Pihaknya mengaku telah mengajukan proses penyelesaian sengketa yang terkait dengan sistem informasi partai politik (SIPOL). Partai Berkarya juga meminta KPU untuk dapat memberikan keringanan untuk melengkapi berkas, karena menurutnya SIPOL bukanlah suatu kewajiban, tetapi hanya sebuah alat bantu.

“SIPOL itu kan cuma alat kelengkapan untuk mempermudah, tidak ada di dalam UU Pemilu. Maka diharapkan ada sedikit kelonggaran untuk peluang kepada Berkarya dan parpol lainnya untuk bisa diterima pendaftarannya, karena kita ini lengkap,” ujarnya.

Komisioner Bawaslu, Totok Hariyono menyebut pihaknya belum bisa mendaftarkan permohonan yang diminta ketiga partai tersebut karena tidak memiliki objek hukum yang jelas.

“Permohonan sengketa ada dari Partai berkarya, Partai Bhinneka Indonesia, dan Pandai. Cuma kan belum kita registrasi, karena belum memenuhi syarat. Karena objek sengketa itu surat keputusan atau berita acara,” ungkap Totok.

Diketahui, ada sekitar 16 partai politik yang tidak diterima pendaftarannya oleh KPU untuk pesta Pemilu 2024 mendatang. KPU juga telah menerbitkan tanda pengembalian, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2022.

Berikut adalah daftar 16 parpol yang dinyatakan berkasnya tidak lengkap oleh KPU :

Partai Negeri Daulat Indonesia (Pandai)
Partai Indonesia Bangkit Bersatu (IBU)
Partai Pelita
Partai Demokrasi Republik Indonesia
Partai Kedaulatan Rakyat (PKR)
Partai Beringin Karya (Berkarya)
Partai Pemersatu Bangsa (PPB)
Partai Bhinneka Indonesia (PBI)
Partai Pandu Bangsa
Partai Damai Kasih Bangsa (PDKB)
Partai Kongres
Partai Kedaulatan
Partai Pergerakan Kebangkitan Desa (Perkasa)
Partai Karya Republk (Pakar)
Partai Masyumi
Partai Reformasi

Komentar