Pemprov Kalsel

Syarat RSUD Ulin Banjarmasin Gelar Operasi Jantung Mandiri, 50 Pasien Pertama Harus Tetap Hidup

Tinggal selangkah lagi, RSUD Ulin Banjarmasin dapat membuka pelayanan operasi bedah jantung terbuka secara mandiri.

Featured-Image
RSUD Ulin Banjarmasin akan membuka layanan operasi jantung secara reguler mulai 2023. Foto: Adpimprov Kalsel

apahabar.com, BANJARMASIN - Tinggal selangkah lagi, RSUD Ulin Banjarmasin dapat membuka pelayanan operasi bedah jantung terbuka secara mandiri.

Sebelumnya operasi jantung selalu mendapatkan pendampingan dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.

Penambahan pelayanan menjadi langkah besar yang dilakukan RSUD Ulin, seiring komitmen Pemprov Kalimantan Selatan dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Namun agar bisa melakukan operasi jantung mandiri, RSUD Ulin harus bisa menyelesaikan syarat yang terbilang tidak ringan.

"Sebenarnya SDM maupun sarana dan prasarana sudah lengkap untuk menggelar operasi jantung," papar Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin, Yuddy Riswandhy Noora, Senin (5/12).

"Namun masih terdapat syarat untuk bisa menggelar operasi tanpa pendampingan. Syaratnya 50 pasien pertama tidak boleh meninggal pascaoperasi. Sekarang kami sedang mengupayakan memenuhi syarat ini," imbuhnya.

Tercatat sudah 4 pasien jantung yang ditangani secara mandiri oleh RSUD Ulin, 2 di antaranya masih dalam proses.

"2 pasien terakhir berasal dari Banjarmasin yang masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Mereka didiagnosis mengalami penyakit jantung koroner,” papar Yuddy.

"Diharapkan mulai 2023, kami sudah bisa melakukan operasi jantung terbuka di RSUD Ulin secara reguler," imbuhnya.

Sementara ketua tim operasi bedah jantung, Sugisman, menjelaskan operasi yang sedang dilakukan berupa coronary artery bypass graft.

"Operasi yang dilakukan bertujuan melancarkan aliran koroner yang tersumbat agar fungsi jantung tetap terjaga baik," papar Sugisman.

"Aperasi dengan diagnosis seperti itu paling rutin dilakukan di bidang bedah jantung terbuka dengan mobilitas rendah di bawah 2 hingga 3 persen. Tentu kami berharap pelaksanaan operasi berjalan lancar dan berhasil," pungkasnya.

Editor
Komentar