Kalsel

Suasana Haru, Jemaah Antar Guru Haderawi Dimakamkan di Sekumpul

apahabar.com, BANJARMASIN – Ratusan pelayat melepas jenazah Guru Haderawi HK bin H Kaderi Yusuf saat dibawa ke…

Featured-Image
Jemaah membawa jenazah alm Guru Haderawi HK untuk dibawa ke tempat pemakaman di Sekumpul, Martapura. Foto-Rizal/apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Ratusan pelayat melepas jenazah Guru Haderawi HK bin H Kaderi Yusuf saat dibawa ke Sekumpul, Selasa (15/12) siang.

Sebelumnya jemaah datang dari berbagai penjuru wilayah, untuk menyolatkan jenazar Guru Haderawi HK.

Guru Haderawi seperti diketahui meninggal dunia di usia 65 tahun pada Selasa pukul 01.30 WITA.

Pergiannya salah satu ulama di Kalimantan Selatan ini, menimbulkan duka mendalam bagi warga. Suasana haru nampak terlihat diraut wajah jemaah yang hadir. Bahkan tak sedikit yang meneteskan air mata

Mahfum semasa hidup, ulama kelahiran Babirik 25 Juli 1955 memiliki jemaah yang banyak.

Pengasuh Pondok Pesatren Darussalam di Tatah Bangkal Luar ini, kerap mengisi majelis taklim di penjuru wilayah.

Selain itu, Guru Haderawi adalah Pimpinan Majelis Taklim Raudhaturrahmah Jalan A Yani Kilometer 9, Kompek Ar Rahmah Kertak Hanyar, Banjar.

Pengajian itu rutin digelar di lokasi persis disamping rumahnya tersebut.

Sebagian jemaah terlihat menyolatkan bergantian sebelum di bawa ke lokasi ke pemakaman di Alkah Al Muhibbin 1, Sekumpul Martapura.

Para jamaah tersebut nampak hadir dan mengikuti peraturan Covid 19 dengan mengenakan masker.

Almarhum di bawa mengunakan mobil ambulance ke lokasi pemakaman. Nampak ribuan pelayat melepas kepergian Guru Haderawi.

Sejumlah warga sebelumnya tidak menyangka atas kepergian Guru Haderawi. Pasalnya Guru Haderawi masih terlihat jadi khotib Jumat tadi.

Selain itu, yang diketahui warga justru istri Guru Haderawi, Hj Juraidah sedang sakit.

“Yang bini (istri, red) beoksigen. Lumayan, sepengetahuan ulun tahu sudah 10 hari,” ujar Kasi Pemerintahan di Kelurahaan Mandar Sari, Najmudin saat berada di rumah duka.

Guru Haderawi meninggalkan 5 orang anak. Tiga laki-laki dan dua perempuan. Salah satunya paling kecil masih menimba ilmu di Hadramaut, Yaman.

Anak beliau mulai dari yang sulung; H Ahmad Zaruqie, Hj Ni’mah, HM Imamul Muttaqien, HM Muhibbin, Hj Thaibah.

Komentar