Tragedi Kanjuruhan

Soal Tragedi Kanjuruhan, PSSI Klaim FIFA Tak Bicara Sanksi Malah Minta Nomor Jokowi

PSSI telah melaporkan tragedi Kanjuruhan ke FIFA, sehari setelah keperistiwa yang menewaskan ratusan orang tersebut.

Featured-Image
Suporter masuk ke lapangan saat tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10). Foto-Antvklik

apahabar.com, BANJARMASIN - PSSI telah melaporkan tragedi Kanjuruhan ke FIFA, sehari setelah keperistiwa yang menewaskan ratusan orang tersebut.

Namun Wakil Ketua PSSI Iwan Budianto mengklaim FIFA tidak pernah membahas sanksi saat melaporkan tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam itu.

Justru kata Iwan, Presiden FIFA Gianni Infantino meminta nomor telepon Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

"Sehari setelah kejadian, kami di Kesekjenan PSSI berkomunikasi dengan FIFA, bahkan bagaimana Presiden FIFA Gianni bisa berkomunikasi dengan Presiden Jokowi melalui telepon itu adalah hasil komunikasi FIFA dengan Kesekjenan kami,” ungkap Iwan dikutip dari Antara, Jumat (7/10).

Menurutnya setiap komunikasi PSSI bersama FIFA, tidak pernah ada pembahasan terkait kemungkinan sanksi bagi Indonesia.

Sebaliknya kata Iwa, justru FIFA menawarkan bantuan untuk perbaikan sepak bola Indonesia.

“Gianni juga menyampaikan beberapa tragedi sepak bola di dunia, seperti Heysel yang menyebabkan perkembangan sepak bola di negara tersebut jadi sangat maju maka beliau (Gianni) mendukung penuh Indonesia untuk memulihkan ini,” kata dia.

“Jadi, beliau tidak bicara soal sanksi bahkan dia menyatakan akan mendukung secara tim dan finansial apabila dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur di Indonesia,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga telah menyampaikan bahwa FIFA akan memberikan pendampingan untuk perbaikan sistem persepakbolaan di Indonesia, baik dari segi pengamanan maupun suporter.

Setelah melakukan pengecekan langsung ke Malang, Iriawan menyatakan Stadion Kanjuruhan memang masih jauh dari standar FIFA bahkan dengan stadion milik klub-klub luar negeri.

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah Arema FC tumbang dari Persebaya Surabaya 2-3 dalam laga bertajuk Derby Jawa Timur lanjut ada lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Suporter tuan rumah yang tak terima kekalahan tim kesayangannya masuk ke lapangan hingga polisi melepas gas air mata.

Baca: Polri Tetapkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Termasuk Direktur PT Liga Indonesia Baru

Editor
Komentar