630585e5e0680b3624035552-6306d488884dfd428a07e302
6306d488884dfd428a07e302-6306d488884dfd428a07e302
Banner
Hot Borneo

Soal Identitas 6 Polisi Banjar Tersangka Pembunuhan Sarijan

apahabar.com, BANJARMASIN – Nama enam anggota Polres Banjar yang terseret peristiwa penggerebekan maut di Desa Pemangkih,…

Featured-Image
Keluarga meyakini ada lebih dari enam pelaku dalam peristiwa penggerebekan Pemangkih.

apahabar.com, BANJARMASIN – Nama enam anggota Polres Banjar yang terseret peristiwa penggerebekan maut di Desa Pemangkih, Kabupaten Banjar masih misteri.

Kepolisian terlihat kompak menutup rapat identitas keenamnya. Walaupun hanya sekadar inisial beserta pangkat.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i masih tak merespons saat ditanya siapa saja mereka.

Enam anggota Polres Banjar dari Satresnarkoba itu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayaan dalam tewasnya Sarijan. Penggerebekan di Pamangkih, 29 Desember 2021 berujung maut setelah Sarijan tewas.

Kakek berusia 60 tahun itu tewas saat dilarikan ke rumah sakit. Keluarga lantas tak terima. Laporan dugaan tindak pidana dilayangkan ke Ditreskrimum Polda Kalsel.

Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan adanya kekerasan yang dialami Warga Teluk Tiram itu. Tulang rusuknya patah. Kuat dugaan Sarijan tewas akibat benda tumpul.

Baca juga: ‘Demi Allah Sarijan Tidak Melawan’
Baca juga: Kematian Berulang Target Kepolisian, Polanya Terlihat Jelas
Baca juga: Dor! Dor! Sarijan Tewas

Rupanya penetapan enam tersangka tak membuat puas pihak keluarga Sarijan. Pasalnya mereka meyakini dalam peristiwa malam itu tak hanya enam terduga pelaku penggerebekan.

“Sampai sekarang kami belum mendapat SP2HP (surat penetapan tersangka,” ujar pengacara keluarga Sarijan, Kamarullah kepada apahabar.com, Sabtu (27/8).

Mereka juga bakal mengadu ke Mabes Polri. Juga atas dugaan pembunuhan berencana. “Kan yang menggerebek ada delapan orang,” ujar Kamarullah.

Fakta demikian didapat dari saksi kunci saat peristiwa penggerebekan. 29 Desember 2021 malam, sekitar pukul 23.00, polisi merangsek masuk ke kediaman istri kedua Sarijan di Desa Pemangkih, Kabupaten Banjar. Sebab, Sarijan terindikasi mengedar sabu.

Diawali dua kali suara tembakan senjata api, sejurus berselang delapan polisi berpakaian sipil masuk. Mereka lalu mengerumuni Sarijan yang dalam kondisi tertelungkup.

Di hadapan istri dan anaknya yang masih balita, para polisi itu langsung menggebuk Sarijan hingga tak berdaya dan menyeretnya ke luar rumah.

Nahas, Sarijan dilaporkan tewas dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Sejumlah lebam ditemukan di wajah Sarijan, hidungnya terus mengeluarkan darah.

“Tapi sekarang kita lihat, hanya enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Pengaduan ke Mabes Polri bakal segera dimasukkan. “Surat-menyuratnya sudah siap,” tegasnya. Lalu siapa terlapornya?

Terlapornya, kata Kamarullah, adalah Polres Banjar dan Polda Kalsel. Mereka akan menuntut pertanggungjawaban para atasan keenam tersangka. Dari kepala satuan hingga kapolres Banjar.

“Mereka tak bisa lepas tangan, kan mereka yang memberi perintah,” ujar Kamarullah.

Bebas Tugas

Temuan Baru Penggerebekan Maut Pemangkih Banjar

Bagaimana respons Polres Banjar? Kasi Humas Polres Banjar, Iptu Suwarji memastikan keenam tersangka sudah tak bertugas lagi di Polres.

“Sekarang mereka sudah di sana (Polda). Yang menangani Polda, saya enggak ngikutin lagi. Jadi sudah ranahnya Polda. Satu pintu lewat Pak Kabid,” ujarnya kepada apahabar.com.

Iptu Suwarji mengatakan meski sempat ditarik ke SDM Polres Banjar dan berada di bawah pengawasan Propam, saat ini enam anggota tersebut sudah tak tampak lagi.

“Yang terakhir saya tahu saya enggak lihat lagi orang-orangnya. Propam yang mengawasi itu,” jelasnya.

Selain itu, Iptu Suwarji mengaku tak begitu mengenal enam anggota tersebut. Dia juga tak tahu siapa nama maupun inisial enam anggota yang telah ditetapkan tersangka tersebut.

“Enggak tahu inisialnya, itu ranahnya Polda, satu pintu lewat pak Kabid,” pungkasnya.

Cek berita menarik lainnya di artikel Google News. 

Komentar