Relax

Sering Menghukum Diri demi Jaga Perasaan Orang Lain, Kenali Jebakan ‘People Pleaser’ Ini

  apahabar.com, JAKARTA – Apakah Anda sering merasa tidak enak bila menolak permintaan orang lain? Kalau…

Featured-Image
Ilustrasi People Pleaser (Foto: Keir Brady Consuling)

apahabar.com, JAKARTA – Apakah Anda sering merasa tidak enak bila menolak permintaan orang lain? Kalau demikian, boleh jadi Anda termasuk seorang people pleaser.

Merriam Webster dan Susan Newman dalam Social Psychology mendefinisikan people pleaser sebagai sosok yang cenderung mengutamakan kepentingan orang lain ketimbang diri sendiri. People pleaser selalu berusaha menyenangkan orang lain agar mereka tidak kecewa.

Meski sekilas nampak positif, people pleaser sebenarnya berkonotasi negatif. Kebiasaan tidak bisa menolak permintaan orang lain berpotensi menimbulkan rasa lelah dalam benak si people pleaser, yang lantas akan memengaruhi kesehatan mental.

Berawal dari Trauma Masa Lalu

Donna Freitas dalam bukunya yang berjudul The Happiness Effect mengungkapkan seseorang bisa menjadi people pleaser karena trauma masa lampau. Boleh jadi, orang tersebut dulunya dibesarkan oleh figur yang tak bisa menerima atau memaafkan perlawanan kecil.

Barangkali ayah atau ibu sering marah hanya karena orang tersebut mengutarakan keinginan kecilnya. Mungkin pula, seorang people pleaser dibesarkan oleh figur yang rapuh, sehingga terbiasa menyembunyikan hal-hal tidak enak demi melindungi perasaan orang tua dan tak menambah beban pikiran.

Mungkin waktu kecil, seorang people pleaser tidak pernah punya ruang untuk mengungkapkan apa pun yang tidak sejalan dengan keinginan figur pengasuh. Dirinya memandang perbedaan opini sebagai sumber perselisihan yang bisa menyebabkan posisinya terancam.

Sehingga, ketika dewasa, pola pikir yang terbentuk adalah: harus selalu menjadi apa yang orang lain harapkan, sekaligus tak boleh mengecewakan orang lain untuk bertahan hidup.

HALAMAN
12
Komentar