Hot Borneo

Sempat Jadi Tren, Penjualan Sepeda di Kalsel Mulai Sepi

apahabar.com, BANJARBARU – Penjualan sepeda di sejumlah kota di Kalimantan Selatan menurun drastis. Padahal, beberapa tahun…

Featured-Image
Salah satu toko sepeda di Kalsel. Foto-apahabar.com/Hasan

apahabar.com, BANJARBARU – Penjualan sepeda di sejumlah kota di Kalimantan Selatan menurun drastis. Padahal, beberapa tahun lalu, aktivitas bersepeda sempat menjadi tren dan minat masyarakat membeli sepeda sangat tinggi.

Beberapa tahun lalu, berbagai komunitas sering menggelar gowes bareng. Sejumlah instansi pemerintahan juga tak mau kalah. Gowes seakan menjadi budaya baru masyarakat saat itu.

Namun, belakangan aktivitas itu mulai jarang ditemui. Penjualan sepeda di sejumlah toko pun mulai merosot. Di toko Sepeda Hikmah, Martapura, penjualannya jauh menurun. Hal itu diungkapkan Ilham, si pemilik toko.

“Kalau dulu, 15 sampai 20 sepeda laku dalam sehari. Kalau sekarang rata-rata 10 sepeda yang laku dalam sehari,” katanya, Selasa (16/8).

Penurunan pembeli sepeda terjadi sejak Januari 2021. Selain karena sudah banyak masyarakat yang memiliki sepeda, faktor lainnya, kata dia, karena sebagian warga sudah bosan. Turunnya peminat juga berdampak pada harga sepeda.

“Cukup drastis. Saat ini sepeda gunung hanya di kisaran Rp2,2 juta. Kalau sebelumnya sempat di angka Rp3,5 juta,” ujarnya.

Meski menurun, Ilham masih berharap penjualan sepeda kembali bergairah seiring kembalinya pelajar ke sekolah setelah dua tahun belajar dari rumah.

Nasib serupa dialami Anas. Dia merupakan pedagang sepeda di Jalan Trikora Banjarbaru, Anas. Orang yang datang ke tokonya sekarang bisa dihitung dengan jari.

“Kurang lebih 50 persen penurunan penjualan. Sekarang paling lima sepeda yang terjual dalam sehari. Semoga penjualan tidak semakin turun agar kami tidak rugi,” tandasnya.

Komentar