Kalsel

Segera Usulkan PSBB, Pemkab Tanbu Siapkan Rp 164 Miliar

apahabar.com, BATULICIN – Pemkab Tanah Bumbu segera mengusulkan penerapan pembatasan skala besar (PSBB). Anggaran kurang lebih…

Featured-Image
Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, H Rooswandi Salem. Foto-apahabar.com/Syahriadi

apahabar.com, BATULICIN – Pemkab Tanah Bumbu segera mengusulkan penerapan pembatasan skala besar (PSBB). Anggaran kurang lebih Rp 164 miliar pun harus disiapkan untuk menanggung masyarakat terdampak.

“Estimasi sementara sekitar Rp 164 miliar,” ucap Sekda Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, kepada apahabar.com, Rabu (29/4).

Anggaran sebesar itu akan digunakan Pemkab Tanah Bumbu untuk menanggung kurang lebih 15.600 kepala keluarga dengan kategori miskin.

Di Tanah Bumbu, diperkirakan ada 22 ribu masyarakat terdampak Covid-19 dari total kurang lebih 100 ribu KK di Bumi Bersujud.

Selama PSBB berlangsung, satu KK akan mendapat bantuan Rp 600 ribu setiap bulan. Pemerintah daerah, lanjut Sekda, menyiapkan waktu 3 bulan untuk menyalurkan bantuan itu.

“Kita mencoba siapkan waktu estimasi 3 bulan maksimal,” katanya.

Saat ini, kata Rooswandi, Pemkab Tanah Bumbu sedang mengusulkan PSBB ke Gubernur Kalsel. Dia optimistis usulan tersebut segera disetujui Paman Birin.

“Kita optimis akan disetujui, namun kita masih persiapkan itu matang-matang,” tegasnya.

Roswandi menjelaskan ada banyak aspek yang harus diperhatikan dari penerapan PSBB ini, mulai dari kajian teknis terkait landasan penerapan alasan penyebaran Covid-19 dilihat dari tingkat persentasi dan jumlah masyarakat terpapar dan penyebarannya.

Kemudian yang terpenting juga adalah dampak masyarakat secara ekonomi dan terhadap aktivitas pekerjaan di Tanah Bumbu.

“Semua harus disusun secara matang, masyarakat yang terdampak harus dipastikan terjamin selama penerapan PSBB tersebut,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengukur kapasitas ketahanan pangan selama waktu PSBB, karena ada kemungkinan distribusi logistik akan terganggu.

Perhitungan kesiapan SDM yang akan melakukan penerapan PSBB mulai dari tim kesehatan dan keamanan. Hal lain yang terpenting adalah sosialisasi serta peran serta masyarakat untuk hal ini agar saling mendukung, sehingga pasti akan efektif.

“Kita ingin saat penerapan nanti semua dapat berjalan sesuai prosedur,” tuturnya.

Jika PSBB disetujui, Rooswandi berharap seluruh elemen masyarakat bisa ikut bekerja sama dengan pemerintah untuk melaksanakannya.

“Kita harapkan kerja sama masyarakat dalam hal ini, semoga bisa kita lakukan dan Covid-19 dapat kita putus persebarannya,” pungkasnya.

Reporter: SyahriadiEditor: Puja Mandela

Komentar