Hot Borneo

Satu Jenazah Diduga Korban Tenggelam KM Teman Niaga Tiba di Batulicin

apahabar.com, BATULICIN – Satu jenazah diduga korban KM Teman Niaga berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim…

Featured-Image
Proses evakuasi dugaan korban tenggelam KM Teman Niaga. Foto-apahabar.com/Syahriadi.

apahabar.com, BATULICIN – Satu jenazah diduga korban KM Teman Niaga berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim Ops SAR gabungan.

Saat ini jenazah korban sudah sampai atau tiba di Pos TNI Angkatan Laut Batulicin dan diserahkan ke Basarnas, Rabu (31/8) sekira pukul 20.45 wita.

“Korban langsung dibawa ke RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor untuk dilakukan identifikasi oleh tim inafis,” ungkap Tim Ops SAR, melalui Danpos AL Batulicin, Letda Laut (E) Dianto Septyawan.

“Kami belum bisa pastikan apakah korban dari KM Teman Niaga. Kita tunggu hasil identifikasi,” timpalnya.

Letda Dianto mengatakan besok adalah pencarian hari terakhir, namun pihaknya akan melakukan rapat evaluasi menentukan apakah berlanjut atau tidak.

“Besok kami akan adakan rapat evaluasi dulu bersama tim,” tukasnya.

Sebelumnya satu jenazah diduga korban KM Teman Niaga yang karam di Selat Makassar, ditemukan oleh LCT Bahari Kusuma Jaya, Rabu (31/8), sekitar pukul 12.15 Wita.

Korban ditemukan sekitar 3,5 mil dari Tanjung Serudung Kotabaru dalam keadaan meninggal. Ditemukan oleh nelayan sekitar, jenazah lalu dievakuasi menuju MP Samudra Biru 168.

Penemuan korban pun diinformasikan kepada KRI Tongkol yang juga sedang melakukan proses pencarian korban KM Teman Niaga.

Kemudian sekitar pukul 15.55 Wita, KRI Tongkol mengevakuasi jenazah menuju Pelabuhan Stagen di Kotabaru, sebelum kembali dibawa menuju Pos TNI AL Batulicin.

"Identitas korban belum dapat diungkap, lantaran kondisi jenazah yang sudah mulai membengkak," papar Amri Zuna Kurniawan, Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin.

Sementara proses pencarian terbilang lancar, mengingat cuaca lebih mendukung dibanding beberapa hari terakhir.

"Sebelumnya gelombang air dan angin di sekitar lokasi pencarian sempat tidak menentu, sehingga sedikit mengganggu," jelas Amri Zuna.

"Ke depan kami akan terus melakukan proses pencarian dan mengundang instansi-instansi yang terlibat dalam proses pencarian guna melakukan evaluasi," tandasnya.

img2

Komentar