Tak Berkategori

Respons VDPS Korban Pemerkosaan Polisi di Banjarmasin Setelah Istri Bayu Di-bully Warganet

apahabar.com, BANJARMASIN – VDPS (25), rupanya telah lama memaafkan PIS. VDPS mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM)…

Featured-Image
VDPS (kiri) rupanya telah lama memaafkan istri Bayu. Namun masih ada yang mengganjal di benaknya. Foto: apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – VDPS (25), rupanya telah lama memaafkan PIS. VDPS mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) korban pemerkosaan Bayu Tamtomo (34).

Sedangkan PIS istri eks anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin itu.

“Dari kemarin, saya enggak ada masalah dengan istri pelaku. Karena dia sendiri korban,” ujar VDPS didampingi pengacaranya, Muhammad Pazri, kepada apahabar.com, Rabu malam (2/2).

Sekalipun telah memaafkan, namun masih ada yang mengganjal di benak VDPS.

“Kami masih agak kecewa dengan sikapnya [PIS]. Setelah berbohong tentang surat permohonan maaf itu,” ujar mahasiswi semester akhir ini.

Surat dimaksud VDPS adalah dokumen permohonan maaf yang ditujukan PIS ke dirinya.

Ceritanya, 2 Desember, VDPS diminta datang polisi ke Polda Kalsel. Hari itu sedang ada sidang kode etik Bayu Tamtomo.

Dalam sidang, Bayu mengakui semua perbuatannya. Terungkap pula ia melakukan aksi amoral serupa terhadap seorang wanita di Palangka Raya.

Selesai mengikuti sidang, VDPS yang ditemani kakaknya dihampiri oleh PIS di parkiran sepeda motor Polda Kalsel.

PIS, kata VDPS, datang membawa sebuah surat yang sudah bertulistangan. Isinya, agar VDPS memaafkan keluarga Bayu.

“Katanya surat permohonan maaf untuk keluarga saja. Tidak ada kaitannya dengan pelaku,” ujar VDPS.

Kemudian dalam keadaan tergesa-gesa, VDPS dan kakaknya menandatangani surat tersebut. Mereka hanya membaca judul suratnya saja.

Kakak VDPS sebenarnya sempat menanyakan kegunaan surat tersebut. Dan PIS mengatakan bahwa surat tersebut hanya untuk pegangannya saja.

20 Desember, Alpha Fauzan ketua tim jaksa yang menangani kasus VDPS tiba-tiba mengontak. Ia meminta agar VDPS datang ke persidangan pada 21 Desember guna menjelaskan adanya tanda tangan yang tertera pada surat permintaan maaf PIS. VDPS hadir dan dicecar majelis hakim.

“Sekali lagi, surat tersebut untuk memaafkan keluarga pelaku. Bukan untuk meringankan pelaku. Proses hukum tetap berjalan,” ujar VDPS.

Setelah kesaksian itu, VDPS tak pernah lagi dipanggil oleh jaksa maupun hakim ke persidangan. Alangkah terkejutnya pada 11 Januari dia mendapati kabar Bayu telah divonis 2 tahun 6 bulan.

Ya, setahun lebih rendah dari tuntutan jaksa.

Yang mengecewakan lagi, vonis minor itu rupanya bersandar pada adanya surat permohonan maaf yang diteken VDPS. Hakim berpandangan maaf itu sebagai upaya meringankan perbuatan Bayu.

“Sekali lagi saya jelaskan itu bukan surat permintaan maaf untuk pelaku. Tapi itu surat permintaan dari istri dan keluarga pelaku. Kita juga merasa dibohongi dengan surat itu,” ujar VDPS.

Kakak VDPS berinisial NF kemudian mencoba mengingat kembali pertemuannya dengan PIS.

“Untuk mba kamu ingat enggak mba pertama kali nemuin kita, kita peluk kamu saat nangis, saya sendiri yang gendong anak kamu, kita tahu saat itu kamu pun korban,” ujar NF.

Jujur, lanjut NF, untuk sekarang ini pihak keluarga agak kecewa dengan PIS.

“Kami masih kecewa sama kamu mba ketika kamu minta surat permohonan maaf itu, kamu bilang surat itu murni permohonan maaf darimu dan keluarga (bukan dari BT) tidak ada maksud apapun dan dipergunakan untuk tujuan apapun. Ternyata kamu salah gunakan. Kami sedih saat itu bener-bener kecewa setelah mengetahui surat itu dipergunakan untuk di pengadilan,” pungkas NF.

Di akhir wawancara, VDPS juga meluruskan adanya asumsi jika dirinya memiliki hubungan khusus dengan Bayu. Sebelumnya beredar isu jika VDPS pernah berpacaran dengan Bayu.

Lantas, banyak yang berasumsi hubungan itulah yang lagi-lagi menjadi pertimbangan hakim untuk meringankan vonis Bayu.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak memiliki hubungan khusus dengan pelaku. Saya sebatas magang di sana [Polresta Banjarmasin],” ujarnya.

Di lain sisi, Pazri masih berjuang untuk mendapatkan hasil laboratorium terhadap komposisi minuman yang telah dicekoki Bayu ke VDPS sebelum pemerkosaan berlangsung.

“Besok, kami juga akan bersurat ke laboratorium,” ujarnya.

Soal curhat penderitaan PIS dan anaknya, Pazri meminta publik tak hanya melihat pada satu sisi.

“Perlu ingat juga keadilan korban, yang lebih rugi korban dan haknya korban untuk upaya hukum. Kalau merasa dirugikan dengan pemberitaan yang tidak benar, misalnya, silakan tempuh hak koreksi,” ujarnya.

Atas ulah Bayu Tamtomo, sampai hari ini VDPS masih harus menjalani pengobatan jalan pihak RS Ansari Saleh. Dokter menganjurkan ia meminum obat penenang setiap hari guna mengurangi dampak psikis akibat pemerkosaan itu.

Di-bully Warganet

Sebelumnya, istri dari Bayu Tamtomo, PIS akhirnya muncul ke publik. Ibu dari satu anak itu berkeluh kesah ke awak media, Rabu (2/2).

PIS mengaku turut mendapat sanksi berat akibat ulah suaminya. Sejak perkara Bayu mencuat, dia putuskan tak menggunakan handphone sementara.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya:

HALAMAN
12
Komentar