Kalsel

Puluhan Mobil Ambulans Konvoi di Tanbu, Ada Apa?

apahabar.com, BATULICIN – Konvoi puluhan mobil ambulans yang melintas di ruas jalan utama Kabupaten Tanah Bumbu…

Featured-Image
Siaran keliling pencegahan Covid-19 dilaksanakan dengan iring-iringan puluhan mobil ambulans. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Konvoi puluhan mobil ambulans yang melintas di ruas jalan utama Kabupaten Tanah Bumbu sempat mengejutkan masyarakat.

Ramai-ramai warga mengabadikan momen tersebut. Ada yang memotret. Ada juga yang mengambil video, lalu dipajang di status WhatsApp mereka masing-masing.

Namun, ternyata konvoi itu merupakan bagian dari kampanye simbolik pemerintah daerah untuk terus mengingatkan bahaya Covid-19 kepada masyarakat.

“Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh elemen dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19,” terang Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Setia Budi, Kamis (23/4).

Dimulai dari halaman Dinas Kesehatan, mobil ambulans melintasi jalan protokol di Kecamatan Simpang Empat, Batulicin dan Kusan Hilir, lalu kembali lagi ke Kantor Dinas Kesehatan di kawasan Jalan Dharma Praja Gunung Tinggi.

Konvoi yang digagas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanah Bumbu juga melibatkan Polres Tanah Bumbu, Kodim 1022/TNB, pemerintah desa, puskesmas dan klinik kesehatan yang ada di wilayah Bumi Bersujud.

“Kita harus melakukan langkah preventif serta perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari Covid-19,” tegasnya.

Setia Budi mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu mentaati segala aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Menjelang dan saat Ramadan kali ini, masyarakat bisa tetap di rumah dengan mengurangi aktivitas di luar guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Setia Budi juga mengucapkan terima kasih kepada tim garda depan penanganan dan pencegahan Covid-19 atas komitmen dan kekuatannya memberikan pelayanan.

“Semoga mereka tetap sehat dan semangat dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Bumi Bersujud,” tandasnya.

Reporter: Syahriadi
Editor: Puja Mandela

Komentar