Tak Berkategori

Puluhan Mahasiswa Universitas NU Kalsel Gelar KKN Perdana

apahabar.com, BANJARMASIN – 49 mahasiswa Universitas NU Kalimantan Selatan memulai kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk…

Featured-Image
Puluhan mahasiswa UNU Kalsel memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun akademik 2018/2019 di Tanah Laut, sejak Kamis 21 Februari 2019. Pelepasan mahasiswa KKN dihelat di Aula Kantor Bupati Tanah Laut. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – 49 mahasiswa Universitas NU Kalimantan Selatan memulai kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk tahun akademik 2018/2019.

Sebanyak 34 orang KKN di Tanah Laut, dan sisanya di berbagai lokasi sesuai profesi dan kompetensi masing-masing. Ini adalah peristiwa sangat bersejarah bagi Universitas NU Kalsel.

“Jadi bersejarah karena ini KKN perdana,” terang Rektor UNU Kalsel, Gerilyansyah Basrindu, saat pelepasan mahasiswa KKN di Aula Kantor Bupati Tanah Laut, Kalsel, Kamis, 21 Februari 2019.

Sementara, Ketua BPP UNU Kalsel HM Syarbani Haira dalam penjelasannya menyatakan, melalui KKN ini sedikitnya ada 3 hal urgent yang akan dikejar peserta.

Baca Juga: Ratusan Burung ‘Serang’ Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Pertama, menjalin keakraban antara UNU Kalsel dengan masyarakat; kedua, menerapkan ilmu yang sudah didapat di kampus; ketiga, mendapatkan temuan-temuan atau fenomena baru yang diperoleh selama hidup dengan masyarakat.

Terlihat hadir dalam acara tersebut, yakni Bupati Tanah Laut, Sukamta, Ketua Badan Pengelola Universitas NU Kalsel, Syarbani Haira, Camat Takisung dan Camat Batu Ampar, sejumlah Kepala Desa di dua kecamatan, Ketua PCNU Kabupaten Tanah Laut, para dosen, pimpinan Badan Otonom NU dan undangan lainnya.

Bupati Tanah Laut Sukamta menyambut positif ditempatkannya Mahasiswa KKN Angkatan Perdana dari UNU Kalsel ini. Terlebih, kata dia, wilayah yang akan dituju kecamatan yang khas, yakni Takisung dan Batu Ampar.

“Takisung itu kawasan wisata, sudah terkenal. Batu Ampar itu kawasan perkebunan, juga sangat terkenal. Banyak hal yang bisa digali dan dikembangkan (mahasiswa) di dua daerah tersebut,” tegas Sukamta.

Baca Juga: Warga NU Wajib Jaga Marwah Ulama

Editor: Fariz Fadhillah

Komentar