Pemkab Kapuas

Program Ekstensifikasi di Kapuas, Sulap Lahan Tidur Belasan Tahun

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Program ekstensifikasi di lahan food estate yang direalisasikan Kementerian Pertanian (Kementan) di…

Featured-Image
Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat saat panen raya padi di Desa Batuah, Basarang. Foto-apahabar.com/Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Program ekstensifikasi di lahan food estate yang direalisasikan Kementerian Pertanian (Kementan) di Desa Batuah, Kecamatan Basarang, Kapuas, Kalteng, mendorong penguatan ketahanan pangan nasional.

Menariknya, program ekstensifikasi lahan itu sukses menyulap lahan tidur selama 15 tahun bisa panen raya kembali. Diharapkan keberadaan lahan ini turut memacu swasembada pangan.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil, menguraikan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya lahan dan air, serta pemberdayaaan petani dalam meningkatkan kesejahteraan petani terus dioptimalkan.

Tentunya dengan kegiatan ekstensifikasi lahan food estate, salah satunya di Kabupaten Kapuas.

“Ekstensifikasi lahan ini merupakan strategi dan terobosan dalam penabahan luas sawah peningkatan produksi beras sebagai upaya menjaga stok cadangan pangan nasional, terutama mengantisipasi krisis pangan,” ungkap Ali saat panen padi di Desa Batuh Basarang, Sabtu (27/8) kemarin.

Dikatakan Ali, di lokasi ekstensifikasi lahan Desa Batuah, Basarang sudah 15-20 tahun tidak pernah ditanam padi. Maka, dengan adanya kegiatan ekstensifikasi lahan dari Kementan ini sangat disambut baik oleh petani.

Dari total luas lahan food estate, ekstensifikasi di Desa Batuah seluas 430 hektare. dari jumlah itu yang tertanam seluas 333 hektare. Dari luasan 333 hektare, yang sudah siap panen seluas 100 hektare.

“Luas tanaman yang siap dipanen hari ini seluas 35 hektare terletak di rey 6 dan rey 7. Potensi hasil perhektar 3,5 sampai 4 ton,” katanya.

Sedangkan untuk varietas padi yang ditanam petani merupakan varietas padi lokal siam seperti siam gaul, siam kupang, siam mayang, karangdukuh, pandak, bayar pahit, lalas udang dan krukut.

Sementara itu Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Kementerian Pertanian yang telah menetapkan wilayahnya sebagai kawasan food estate di Kalimantan Tengah.

“Ada banyak bantuan yang luar biasa dari pusat, sehingga Kabupaten Kapuas semakin dibantukan dalam bidang pertanian,” ujar bupati.

Dikatakan bupati, sejak tujuh tahun lalu wilayahnya telah menjadi lumbung padi dan berkontribusi sebesar 51 persen di Kalimantan Tengah.

“Dan saya bangga kepada masyarakat Kapuas yang begitu gigih dan semangat selalu untuk membuka lahan baru eksentifikasi,” katanya.

“Kita lihat hari ini produksinya 4 ton dan ini padi lokal. Kalau ini padi unggul mungkin bisa mencapai 8 hingga 9 ton,” papar Bupati Ben Brahim

Bupati Ben Brahim optimis kedepan sektor pertanian di Kabupaten Kapuas akan terus membaik jika semua ditata dengan baik mulai dari air dan prasarana dan sarana lainnya.

Komentar