film

Produser Jon Landau, Keindahan Perairan Indonesia Jadi Inspirasi Avatar: The Way of Water

Mendapat rating tinggi setelah rilis sejak 14 Desember 2022, di balik Avatar: The Way of Water, Indonesia rupanya menjadi inspirasi digarapnya film tersebut.

Featured-Image
Keindahan Perairan Indonesia Jadi Inspirasi Avatar: The Way of Water. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN - Mendapat rating tinggi setelah rilis sejak 14 Desember 2022, di balik Avatar: The Way of Water, Indonesia rupanya menjadi inspirasi digarapnya film yang diproduseri oleh Jon Landau ini.

Sesuai judulnya, yakni Avatar: The Way of Water, film ini akan mengeksplorasi keindahan bawah laut dunia Pandora.

Namun belum lama ini sang produser mengungkapkan bahwa keindahan bawah laut dunia Pandora itu terinspari dari perairan di Indonesia.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube National Geographic, ia menyebut pernah menyelam di Bali dan ingin membagikan pengalaman itu lewat Avatar: The Way of Water.

"Aku beberapa kali melakukan perjalanan ke Indonesia, dan beberapa di antaranya aku menyelam ke bawah air. Lalu ketika kamu bekerja untuk industri film, pengalaman hidup itu kamu bawa dan jadikan inspirasi. Akhirnya inspirasi tentang alam aku ubah menjadi dunia fantasi, seperti Pandora," jelasnya.

Keindahan alam Indonesia memang sering kali jadi inspirasi film-film Hollywood. Terbukti lewat Avatar: The Way of Water yang diakui produsernya terinspirasi dari salah satu keindahan bawah laut perairan Indonesia.

Selain itu, dalam film Avatar 2 ini, Metkayina muncul sebagai penghuni Pandora selain Omaticaya. Berbeda dengan Omaticaya yang hidup di pegunungan, Metkayina merupakan penguasa lautan atau disebut juga sebagai klan laut.

Sutradara Avatar James Cameron menjelaskan, inspirasi lain untuk Metkayina datang dari Indonesia. Misalnya suku Bajau atau Bajo atau Sama yang tinggal di rumah panggung.

"Ada orang (Sama-Bajau) Indonesia yang tinggal di rumah panggung dan hidup di atas rakit. Kami melihat hal-hal seperti itu," katanya.

Sebelumnya, Cameron melakukan banyak riset terkait budaya suku-suku yang hidup erat dengan laut

Editor
Komentar