Hot Borneo

Polres Tabalong Ungkap Dugaan Penipuan dengan Modus Over Kredit Mobil

apahabar.com, TANJUNG – Satreskrim Polres Tabalong mengungkap dugaan penipuan dengan modus over kredit mobil. Dalam kasus…

Featured-Image
CP saat berada di Mapolres Tabalong. Foto – Humas Polres Tabalong.

apahabar.com, TANJUNG – Satreskrim Polres Tabalong mengungkap dugaan penipuan dengan modus over kredit mobil.

Dalam kasus tersebut seorang warga Desa Warukin, Tanta, Tabalong, berinisial CP (45) berhasil diamankan.

“Pelaku ditangkap di kediamannya di Desa Warukin, Kamis (15/9) malam,” kata Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin, melalui PS Kasubsi Penmas Sihumas, Aipda Irawan Yudha Pratama, Senin (19/9).

Penangkapan pelaku berawal dari laporan korbannya berinisial YY yang merasa ditipu dalam kasus over kredit mobil. Dalam kasus tersebur, korban mengalami kerugian Rp85 juta.

Peristiwanya bermula pada 10 Juni 2022. Saat itu istri dan anak pelapor bertemu dengan pelaku di sebuah cafe di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Pertemuan itu untuk membicarakan perihal over kredit sebuah mobil dobel kabin warna putih.

“Dengan iming-iming keuntungan yang besar, akhirnya istri dan anak YY menyepakati over kredit tersebut sebesar Rp85 juta dengan pembayaran awal sebesar Rp 35 juta,” beber Yudha.

Dua hari berlalu, tepatnya pada 13 Juni, kedua belah pihak bertemu di sebuah kantor notaris di Kelurahan Mabuun, Murung Pudak, Tabalong. Di sana mereka mengurus surat-surat terkait kepemilikan over kredit dan dilanjutkan dengan pelunasannya sebesar Rp 50 juta.

“Saat itu pelaku juga mengatakan bahwa mobil tersebut adalah milik perusahaannya sendiri,” ungkapnya.

Setelah proses over kredit itu, korban merasa curiga dan mengecek ke perusahaan pembiayaan kredit hingga akhirnya bertemu pemilik asli mobil tersebut.

Kepada korban, pemilik mobil mengatakan tidak pernah menyuruh mengalihkan kredit dan tidak pernah menerima uang dari pelaku.

“Korban sempat mendatangi pelaku untuk meminta pertanggung jawabannya. Saat itu pelaku mengakui kesalahannya dan meminta tenggat waktu untuk mengembalikan uang korban,” terang Yudha.

“Hingga akhir batas waktu yang telah disepakati, pelaku belum juga mengembalikan uang tersebut dan setiap kali korban menelepon tidak pernah direspon pelaku,” imbuhnya.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Tabalong untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Komentar