Tak Berkategori

Polres HSS Terus Selidiki Pria Diduga Bunuh Diri di Kandangan

apahabar.com, KANDANGAN – Polres Hulu Sungai Selatan masih terus menyelidiki penyebab kematian Abdul Sidiq (30) yang…

Featured-Image
Pihak kepolisian menunjukkan lokasi pisau cutter yang diambil di rumah kakak kandungnya.Foto-Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Polres Hulu Sungai Selatan masih terus menyelidiki penyebab kematian Abdul Sidiq (30) yang tewas dengan sayatan di bagian leher.

Dari keterangan pihak keluarga, ada dugaan korban bunuh diri. Sebab berdasarkan catatan kesehatan, korban pernah mengalami gangguan kejiwaan.

Meski demikian, polisi belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Belum bisa dipastikan, kita terus mendalami kasus ini,” ucap Kapolres HSS AKBP Siswoyo melalui Kasubbag Humas Iptu J Tobing.

Dalam penyelidikan itu, tim Inafis Polres HSS telah mendatangi lokasi kejadian di kawasan Lok Sebaung, Kelurahan Jambu Hilir.

Dari sana, polisi mengamankan barang bukti pisau cutter dan pakaian yang dikenakan korban saat kejadian. Polisi juga mendata saksi, melakukan identifikasi, serta membawa korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan atau VER.

Hasilnya, menurut keterangan sejumlah saksi dan keluarga korban, Abdul Sidiq diduga bunuh diri di dalam kamar mandi menggunakan pisau cutter yang diambil dari warung kakak kandungnya ketika menginap.

Korban diketahui pernah mengalami gangguan kejiwaan selama 5 bulan dan pernah di rawat di Bangsal Jiwa RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan selama 11 hari.

Hal itu diperkuat denganketerangan Muhdi, ayah kandung korban, yang mengakui Abdul Sidiq pernah mengalami gangguan kejiwaan beberapa bulan lalu. Bahkan, menurut Kepala Desa Batu Laki, korban sering melamun dan sering senyum-senyum sendiri.

Sedangkan istri Abdul Sidiq yang dikabarkan sempat cekcok sebelum korban ditemukan tewas belum bisa dimintai keterangan karena masih syok.

Sebelumnya, Abdul Sidiq ditemukan tewas dengan luka sayat pada bagian leher di kamar mandi rumah kerabatnya pada Rabu (19/5) tadi pagi.

Komentar