News

Polisi Ringkus Jaringan Pengoplos Tabung Gas Elpiji 12 Kilo

apahabar.com, JAKARTA – Polda Metro Jaya, menangkap 16 tersangka pengoplos tabung gas 12 kg yang beroperasi…

Featured-Image

apahabar.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya, menangkap 16 tersangka pengoplos tabung gas 12 kg yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, ke-16 tersangka pengoplos tabung gas, terdiri atas pemilik yang disebut dengan istilah dokter karena menyuntik gas 12 kg tabung kosong dan sisanya karyawan.

Pelaku disebut memindahkan tabung gas elpiji 3 kg subsidi, ke tabung 12 kg non subsidi. Endra menjelaskan dengan melakukan hal tersebut, akan memberikan perbedaan harga.

"Merek juga menggunakan regulator yang telah dimodifikasi. Kemudian, menggunakan es batu agar isi dari tabung gas elpiji ukuran 3 kg tersebut dapat berpindah ke tabung LPG kosong ukuran 12 kg yang non subsidi," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/9).

Ia menjelaskan, pelaku membeli gas 3 kg dalam kisaran Rp.17.500- Rp. 25.000. Menggunakan sebanyak 4 tabung untuk mengisi 12 kg tabung kosong. Kemudian menjualnya dengan harga rata-rata per tabung Rp. 160.000.

"Kemudian dikurangin 70.000 untuk 4 tabung 3 kg sehingga mereka mendapat keuntungan 90.000 per tabung. Kemudian untuk biaya dokter atau istilahnya suntik pertabung ini antara 10.000 sampai dengan Rp20.000 atau rata-rata 15.000 per tahun jadi pemilik mempunyai sisi keuntungan sebesar Rp75.000 per tabung gas elpiji itu ukuran 12 kg," jelasnya.

Pelaku beroperasi di wilayah DKI Jakarta, terutama di sekitar Jakarta Pusat, Barat dan Utara. Mereka juga mendistribusikan sampai ke daerah Tanggerang Selatan, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

"Pengungkapan kasus ini mendasari terhadap adanya 9 laporan polisi yang diterima oleh Polda Metro Jaya. Dalam kurun waktu bulan Juli sampai dengan Agustus Tahun 2022," ungkapnya.

Polda Metro Jaya juga menemukan barang bukti 172 tabung gas 12 kg isi, 140 tabung gas 12 kg kosong, 776 tabung gas 3 kg isi dan 756 tabung gas 3 kg kosong.

Selain itu, barang bukti lain 36 alat suntik atau pipa gas, 29 selang regolator, 3 alat timbangan. Kemudian, satu buah gunting, satu obeng, 2 sarung 46 kantong plastik segel, tabung gas elpiji kemudian 2 bungkus seal karet.

"kemudian ada tujuh mobil pick up yang kita amankan," katanya.

Pelaku terjerat pasal 40 angka 9 undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja atas perubahan ketentuan pasal 55 undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi atau pasal 62 ayat 1 contoh pasal 8 ayat 1 huruf B dan C undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 32 ayat 2 undang-undang nomor 2 tahun 81 tentang Metrologi legal. (Gabid)

Komentar