News

Polisi Gagalkan Pengiriman 5.000 Bahan Peledak Bom Ikan ke Kalimantan

Polisi menggagalkan pengiriman 5.000 detonator atau bahan peledak bom ikan ke Kalimantan dan Sulawesi di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur.

Featured-Image
Ilustrasi bom ikan. Foto-net

apahabar.com, SURABAYA - Polisi menggagalkan pengiriman 5.000 detonator atau bahan peledak bom ikan ke Kalimantan dan Sulawesi di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur (Jatim), Rabu (9/11) lalu.

Dari operasi tersebut, Ditpolairud Polda Jatim menangkap dua orang terduga pelaku. 

"Yang diamankan ada dua orang. Masih dalam pemeriksaan," ucap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto dilansir Republika, Jumat (11/11).

Ia mengatakan, dua orang yang ditangkap pernah terjerat kasus yang sama pada 2014 dan 2021.

“Pada tahun 2014 yang bersangkutan juga divonis dengan kasus yang sama. Vonisnya 1,4 tahun. Kemudian tahun 2021 juga sama divonis 11 bulan. Artinya sudah tiga kali,” katanya.

Dirmanto menjelaskan, lokasi pembuatan detonator tersebut di Pulau Raas, Sumenep, Madura.

Selain dikirim ke Situbondo, detonator tersebut rencananya dikirim ke Sulawesi dan Kalimantan.

Dirmanto menjelaskan, penangkapan berawal dari adanya informasi terkait pengiriman bahan peledak.

Tim yang sedang berjaga untuk pengamanan G20 pun langsung bergerak dari Banyuwangi menuju Situbondo.

Tim bergerak dengan penyamaran tertutup untuk menunggu kepastian datangnya kapal yang memuat detonator tersebut.

"Barang bukti ada dua kardus Indomie, 5.000 detonator, dua unit smartphone merek OPPO dan satu unit mobil Chevrolet warna merah," jelasnya.

Dirmanto memastikan, polisi telah mengaktifkan tim penyelidikan dan penyidikan terkait pengembangan perkara tersebut.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan Satpolairrud Polres Situbondo dan tim Gegana Polda Jatim untuk melakukan pengembangan terkait pengembangan perkara.

Editor
Komentar