Hot Borneo

Perjalanan Ribuan Ekstasi Via Pos Malaysia Dibuntuti, Tersangka Sempat Kelabui Petugas

apahabar.com, BANJARMASIN – 64 tersangka kasus narkoba duduk lesehan di halaman Mapolda Kalsel saat pres rilis…

Featured-Image
64 tersangka kasus narkoba duduk lesehan di halaman Mapolda Kalsel saat pres rilis sekaligus pemusnah barang bukti tadi siang, Rabu (21/9). Foto-Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – 64 tersangka kasus narkoba duduk lesehan di halaman Mapolda Kalsel saat pres rilis sekaligus pemusnah barang bukti tadi siang, Rabu (21/9).

Satu di antaranya seorang pria berinisial MR. Dia adalah tersangka kasus peredaran ekstasi.

Warga Handil Bakti, Barito Kuala itu ditangkap pada Sabtu 17 September 2022 lalu di Banjarbaru.

Jumlah pil ekstasi yang disita hasil pengungkapan kasus pria berusia 29 tahun ini pun tak tanggung-tanggung. Jumlahnya sebanyak 1000 butir.

“Didapatkan barang bukti 1000 butir ekstasi dari tersangka MR ini,” ujar Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Tri Wahyudi.

Kejahatan MR mulai terendus ketika Bea Cukai Jakarta mendapat laporan. Paket barang berisi mainan biliar yang dikirim melalui jasa PT Pos dari Malaysia diduga berisi narkoba.

Laporan adanya dugaan penyelundupan narkoba itu pun ditindaklanjuti. Paket yang bertujuan ke Pontianak itu terus buntuti. Namun belakangan di perjalanan, alamat tujuan diubah pengirim, yang awalnya ke Pontianak berpindah ke Banjarmasin.

“Asal barang dari Malaysia, nama pengirim samaran. Alamat juga samaran,” ujar Kombes Pol Tri Wahyudi.

Adanya perubahan alamat pengiriman itu pun memperkuat kecurigaan bahwa ada yang tak beres dengan paket tersebut.

Setibanya di Kantor Pos, Jalan A Yani KM 23,5, Landasan Ulin Utara, Liang Anggang, Banjarbaru, Jumat 16 September 2022 Kantor Wilayah Bea Cukai Kalsel pun langsung melakukan X-Ray terhadap paket tersebut.

Benar saja, setelah dicek terdapat ribuan pil ekstasi berwarna oranye berlogo ROLEX yang disembunyikan dalam mainan biliar.

Atas temuan tersebut Kanwil Bea Cukai Kalsel langsung berkoordinasi berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Kalsel melalui Subdit I untuk melacak si penerima barang haram tersebut.

“Setelah di X-Ray didapati betul-betul narkotika. Kamudian kerjasama dengan Ditnarkoba untuk menindak lanjuti,” timpal Kepala Bagian Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Kalsel, Iwan Kurniawan.

Pelacakan penerima barang pun dilakukan. Hingga akhirnya MR dibekuk petugas saat akan menerima paket di tepi jalan tak jauh dari Kantor Pos Liang Anggang pada Sabu (17/9).

Kombes Tri Wahyudi mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pengembangan. Dimana adanya dugaan pelaku lain dalam kasus ini.

“Dari tersangka MR dan akan dikembangkan dengan dugaan pelaku lain atas nama AZ tapi itu nama samaran,” jelasnya.

Atas perbuatannya MR dijerat pasal Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Komentar