Hot Borneo

Penyidikan Pencurian Bagian Tubuh Mayat di HST Rampung

apahabar.com, BARABAI – Masih ingat kasus menyimpang di Hulu Sungai Tengah (HST) yang dilakukan tersangka Sayuti?…

Featured-Image
Satreskrim Polres HST menunjukkan barang bukti dari tindak pidana yang dilakukan Sayuti saat konfrensi pers Juli 2020 lalu. Foto-dok apahabar.com/Lazuardi.

apahabar.com, BARABAI – Masih ingat kasus menyimpang di Hulu Sungai Tengah (HST) yang dilakukan tersangka Sayuti?

Ya, aksi kakek berusia 60 tahun itu sempat menggemparkan masyarakat HST medio Juli 2022 tadi. Dia mencuri bagian tubuh mayat manusia yang baru meninggal di Desa Benawa Tengah RT 11 Kecamatan Barabai saat itu.

Total ada 88 pasang irisian kelopak mata dan alis mayat manusia yang ditemukan polisi di kediamannya yang juga di Benawa Tengah, tepatnya di RT 6.

Terbaru, polisi sudah merampungkan penyidikan, namun dinyatakan belum lengkap (P-18).

“Berkas belum lengkap,” kata Kasi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari HST), Herlinda kepada apahabar.com, Senin (29/8).

Herlinda tidak gamblang menyebut apa yang belum lengkap.

“Ada kelengkapan formil dan materil yang perlu dilengkapi,” terang Herlinda.

img2

Sayuti warga Benawa Tengah HST memakai baju tahanan saat digelandang polisi. Foto-istimewa.

Mengingat kembali, kasus ini bermula dari laporan keluarga Misrah, warga Desa Benawa Tengah RT 11 Kecamatan Barabai. Bagian alis dan kelopak mata jenazah ibunya, Sandariah (80) hilang sebelum dimandikan, Selasa (12/7) pagi. Dia kaget mendapati mata kiri ibunya melotot dan bagian alis hilang bekas disayat.

Keluarga mendiang tak menaruh curiga terhadap pelayat yang datang melayat, terutama SYT. Namun dilihat gelagat SYT, membuat Masriah curiga. Masriah melihat SYT memasukkan sesuatu ke dalam kantong celananya. Dia juga melihat SYT membuka penutup wajah, menyentuh bagian wajah hingga memijat kaki jenazah.

Akhirnya, dugaan keluarga mendiang mengarah kepada SYT. Mereka lantas melaporkan kejadian janggal itu ke aparat desa dan mendatangi kediaman warga yang masih di Desa Benawa Tengah. Tepatnya di RT 6.

Alhasil, mereka mendapati sekantong kresek berisi potongan-potongan kulit. Diduga juga dari kulit jenazah.

Warga menduga lebih 40 jenazah yang telah mendapat perlakuan yang sama.

Dari hasil introgasi Polisi terhadap pelaku, Kasat Reskrim Polres HST, Antoni menyebutkan SYT sudah melakukan aksi menyimpang itu nyaris 2 tahun.

Antoni merincikan modus SYT, mulanya dia melayat ke rumah duka dan duduk di samping jenazah. Saat sepi pelayat, SYT mulai melancarkan aksinya, menyayat bagian tubuh jenazah.

"Dia menyayat kelopak mata dan alis (masing-masing sebelah kiri dan kanan, red) kemudian memasukkan bagian-bagian tadi ke dalam kresek dan dibuat ke dalam kantong celana,” kata Antoni

Pelaku, kata Antoni meyakini dengan membawa bagian kulit jenazah itu bisa kebal.

"Bagian kulit itu dikeringkannya dan kemudian dibalut timah rokok agar bisa dibawa saat keluar rumah. Dia meyakini untuk melindungi diri dari orang-orang jahat," terang Antoni.

Saat dilakukan pendalaman introgasi, sebelum jenazah Sandariah, SYT juga melancarkan aksi terhadap jenazah mendiang Bari di desa yang sama RT 12, Senin (11/7) pagi.

"Modusnya operandinya sama. Dia duduk di dekat jenazah hingga sepi baru melakukan aksinya,” kata Antoni.

Keluarga mengetahui ada sesuatu yang berbeda di wajah jenazah. Seperti melepuh di bagian alis kiri dan kanan.

Bedanya, keluarga mendiang Bari tak menaruh curiga. Keluarga mengira hal tersebut wajar-wajar saja. Hal yang dianggap wajar tadi berubah menjadi tak wajar setelah salah satu keluarga mendiang Bari melayat ke rumah duka Sandariah keesokan harinya.

Keluarga mendiang Bari mendapati informasi. Bagian alis dan kelopak mata juga nampak tersayat seperti pada jenazah Bari waktu itu.

“Saat itu SYT sudah ketahuan mengambil kulit (menyayat kulit bagian tubuh jenazah Sandariah, Red) dengan silet," kata Antoni.

Lantas, keluarga mendiang Bari menanyakan hal itu ke polisi. Keluarga menduga hal itu juga dilakukan oleh SYT kepada jenazah Bari.

“Setelah diintrogasi, pelaku SYT mengakuinya,” kata Antoni.

Saat ini SYT dijerat Pasal 363 dan Pasal 362. Kedua pasal tersebut sama-sama mengatur perihal tindak pidana pencurian. Bedanya, Pasal 363 berbicara mengenai tindak pencurian dengan pemberatan, sedang Pasal 362 hanya pencurian biasa.

“Ancaman hukuman tujuh tahun penjara," terang Antoni.

Komentar