Kalsel

Penyebab Kasus Covid-19 di Kalsel Terus Melonjak

apahabar.com, BANJARBARU – Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan terus melonjak. Meski sempat mencatat sisa satu pasien…

Featured-Image
Pemeriksaan tes swab di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Foto-dokumentasi apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan terus melonjak. Meski sempat mencatat sisa satu pasien pada 17 Januari 2022.

Sepekan terakhir ini, ada 1.089 kasus baru di Bumi Lambung Mangkurat. Sebanyak 750 diantaranya berasal dari Kota Banjarmasin.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel per 6 Februari, total yang dirawat ada 1.216 pasien. Sedangkan 96 orang lainnya dinyatakan suspek.

Lantas, apa pemicu lonjakan kasus beberapa pekan terakhir ini?

Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim menjelaskan lonjakan ini hasil dari masifnya tracing dan testing yang dilakukan petugas di lapangan.

“Tujuan kita memang mencari mereka yang menjadi kontak erat, dengan harapan puncaknya bisa lebih cepat,” beber Muslim, dihubungi apahabar.com, Senin (7/2).

Menurutnya, ada kekhawatiran kasus jalan di tempat alias stagnan bila tracing tak dilakukan secara masif.

“Kasus rendah misalnya, tapi tracing dan testingnya juga minim. Ini yang kita tidak inginkan,” ujarnya.

Hal ini juga senada dengan intruksi Gubernur Sahbirin Noor lewat surat edaran bernomor 443.33/612/DINKES/2022 yang ditujukan kepada Bupati dan Wali Kota se-Kalsel.

Dalam intruksinya, Sahbirin meminta fungsi tracer lebih ditingkatkan. Jajaran Dinkes, TNI dan Polri harus melakukan pelacakan terhadap kasus konfirmasi minimal 80 persen.

“Dan minimal 15 orang kontak erat dari tiap satu kasus konfirmasi,” tulis Gubernur dalam SE tertanggal 3 Februari 2022.

Sisi lain, lonjakan memang terjadi hampir merata di tanah air. Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membeberkan Indonesia mencatat laju kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 yang tinggi pada bulan Januari.

Lonjakan kasus ini tidak lepas dari telah masuk dan menyebarnya varian Omicron di Indonesia.

Kasus pertama ditemukan pada 15 November yang menimpa seorang pekerja di Wisma Atlet Jakarta.

Hasil penelusuran Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus tersebut berasal dari WNI yang baru tiba di Tanah Air pada 27 November setelah melakukan perjalanan dari Nigeria.

Temuan terbaru, Kalsel mendeteksi ada 7 kasus varian omicron dari hasil genome sequencing yang sampelnya diambil pada 18-24 Januari 2022.

Situasi ini, kata Taqin, menuntut semua pihak mesti mengambil langkah untuk membentengi masyarakat dengan prokes ketat, 3T (tracing, testing, treatment), dan vaksinasi.

“Mobilitas penduduk perlu diperlambat, aturan WFH diterapkan kembali, PTM ditinjau ulang dan persyaratan perjalanan udara diperketat,” pungkasnya.

Komentar