Hot Borneo

Penumpang Wajib Tahu! Tarif Angkot di Banjarmasin Naik

apahabar.com, BANJARMASIN – Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat berdampak terhadap tarif layanan angkutan kota (angkot)…

Featured-Image
Angkutan kota di Kota Banjarmasin dipastikan menaikan tarif layanannya. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat berdampak terhadap tarif layanan angkutan kota (angkot) Kota Banjarmasin.

Supir angkot memutuskan untuk menaikan tarif Rp 1.000. Dari semula Rp 6 ribu menjadi Rp 7 ribu per orang.

"Sebenarnya berat, karena tarif tidak naik saja jumlah penumpang sudah kurang," ujar sopir angkot jurusan Banjarmasin-Gambut, Abdul Muin.

Tapi, ia mengatakan bahwa bukan soal kenaikan tarif layanan angkot yang perlu dipikirkan saat ini.

Namun tentang kesulitannya para supir yang membeli BBM di SPBU. Para supir biasanya menggunakan jenis BBM, yakni Pertalite.

Kesulitan ini karena terganjal aturan terbaru, pembelian BBM bersubsidi harus menggunakan kode batang melalui smartphone.

"Sedangkan kami masih banyak yang belum menggunakan android," ucapnya.

Ia pun berharap agar ada kebijakan khusus bagi sopir angkot untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU.

Sebelum tarif BBM subsidi naik, penghasilan para sopir angkot juga sudah merosot. Pendapatan dan pengeluaran mereka tak sebanding.

"Hampir setiap hari tidak bisa menutup modal untuk setoran," pungkasnya.

Sejak Sabtu (3/9/2022), pemerintah menetapkan tarif Pertalite di angka Rp 10.000 per liter, dari sebelumnya Rp7.650. Solar Subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax yang sebelumnya Rp12.500 sekarang Rp 14.500 per liter.

Komentar