News

Pengacara Tak Ambil Pusing Soal Putusan Banding Ferdy Sambo Ditolak

apahabar.com, JAKARTA – Kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo menanggapi keputusan ditolaknya permohonan banding yang diajukan oleh…

Featured-Image

apahabar.com, JAKARTA - Kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo menanggapi keputusan ditolaknya permohonan banding yang diajukan oleh kliennya. Ia menyatakan akan mempelajari terlebih dahulu apa isi putusan banding tersebut.

"Terkait putusan banding tersebut, nanti kami akan pelajari dulu putusan bandingnya, pertimbangannya seperti apa, setelah itu baru kami akan melakukan langkah hukum yang diatur dalam perundang-undangan," ujar kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis saat dihubungi apahabar.com, Senin (19/9).

Kendati demikian, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa langkah banding yang diambil oleh Irjen Ferdy Sambo itu merupakan langkah final dan hasilnya akan mengikat.

Tidak ada langkah hukum selanjutnya yang bisa diambil jika terduga pelanggar (Sambo) merasa belum cukup puas.

"Keputusan sidang banding ini bersifat final dan mengikat, sudah tidak ada lagi upaya hukum kepada yang bersangkutan," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta.

Sebelumnya, permohonan banding Irjen Ferdy Sambo resmi ditolak oleh Komisi Banding Kode Etik. Sambo mengajukan banding setelah dikenakan sanksi berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Keputusan Komisi Banding yang dipimpin oleh Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto ini merupakan kolektif kolegial. Para hakim banding yang ada sepakat untuk menolak memori banding yang telah diajukan oleh Irjen Ferdy Sambo.

Selain itu, Komisi Banding menyimpulkan bahwa perbuatan yang telah dilakukan oleh Sambo adalah perbuatan tercela dan menguatkan keputusan sebelumnya, yaitu PTDH dari anggota kepolisian.

"Hari ini merupakan komitmen dari bapak Kapolri tentang sidang kode etik, untuk segera dituntaskan proses terkait kasus-kasus kode etik di Duren Tiga kemarin," pungkas Dedi.

Pantauan apahabar.com di lapangan, Komjen Agung Budi Maryoto pun langsung meninggalkan lokasi sesaat setelah membacakan putusan penolakan banding Irjen Ferdy Sambo.

Diketahui, Ferdy Sambo merupakan salah satu tersangka dalam kasus penembakan ajudannya sendiri, yaitu Brigadir J. Ferdy Sambo menjadi tersangka dalam dugaan menghalang-halangi penyidikan atau obstruction of justice.

Selain itu, dirinya juga menjadi tersangka dalam dugaan pembunuhan berencana. Sambo bersama empat orang lainnya menjadi tersangka yang diduga menghabisi nyawa Brigadir J.

Empat orang lainnya ialah Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuat Maruf, dan Putri Candrawathi.

Pasal yang menjerat kelima tersangka tersebut ialah Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55-56. Hukuman yang membayanginya adalah hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya (20 tahun).

Komentar