Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Terima Stimulan Rp66 Miliar dari Pemerintah Pusat

apahabar.com, BANJARBARU – Pemprov Kalimantan Selatan menerima dana stimulan sebesar Rp66 miliar untuk 3.942 jiwa masyarakat…

Featured-Image
Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar berbicara terkait dana stimulan Rp66 miliar. Foto-Humas Pemprov Kalsel

apahabar.com, BANJARBARU – Pemprov Kalimantan Selatan menerima dana stimulan sebesar Rp66 miliar untuk 3.942 jiwa masyarakat Banua.Dari total anggaran bantuan itu, diperuntukkan untuk masyarakat terdampak banjir di lima kabupaten/kota di Kalsel.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai saat rapat koordinasi finalisasi penyaluran bantuan perumahan akibat bencana banjir Kalimantan Selatan di Ruang Rapat Gubernur Kalsel, Rabu 19 Mei 2021.

Rifai menyampaikan apresiasi karena Kalsel siap menerima bantuan dana stimulan tersebut untuk daerah yang masyarakatnya terdampak banjir pada awal 2021 dengan fasilitasi dana operasional APBD.

"Kalimantan Selatan sudah memberikan fasilitasi yang luar biasa, karena belum banyak daerah melakukan dan baru Kalsel yang menginisiasi penyelenggaraan ini dengan pembinaan dana pendamping daerah," ujarnya, Kamis (20/5).

Dari 12 kabupaten/kota yang diusulkan, baru 5 daerah yang dapat direalisasi rekonstruksi infrastruktur dan permukiman.

"Dari data, ada 3.942 yang menerima alokasi anggaran dari pembiayaan 66 miliar tersebut, dan saya ingin memastikan ini segera dilakukan penyusunan teknis karena waktu penyelenggaraannya sangat singkat, yakni paling lama 2-3 bulan, serta akan kita kawal dengan baik, agar tepat sasaran,” tambah dia.

Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar mengatakan, dana stimulus bagi Kalsel ini merupakan tahap pertama dan untuk memastikan agar tata kelola dana ini bisa sesuai ketentuan dalam tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan nanti berjalan dengan baik.

"Kami akan mulai dengan menyusun juknis sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing dengan meminta BNPB untuk membantu membuat timeline dan pengawasan, seperti minggu pertama harus melakukan apa, dan begitu juga minggu selanjutnya, sampai seluruh tahap selesai," katanya.

Khusus untuk dana yang telah ditransfer ke daerah itu untuk pembangunan rumah saja. Sedangkan biaya pendampingan, monitoring akan didukung menggunakan dana pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota.

"Semoga dana ini bisa kita serap secara maksimal, dan bisa berjalan dengan baik serta dirasakan masyarakat," tandas Roy.Sebagai informasi, 5 daerah yang mendapat alokasi anggaran yakni Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Balangan.

Komentar