Tak Berkategori

Peduli Sesama, Mayor Gatot Akan ‘Bedah’ Rumah Seorang Pemulung

apahabar.com, BANJARMASIN – Mayor (Inf) Gatot Teguh Waluyo, Danramil 1007-01/Banjarmasin Timur bersama Babinsa Pekapuran Raya, Sertu…

Featured-Image
Sarinah menceritakan keadaan rumahnya kepada Mayor (Inf) Gatot Teguh Waluyo, Danramil 1007-01/Banjarmasin Timur. Foto-apahabar.com/Eddy Andriyanto

apahabar.com, BANJARMASIN – Mayor (Inf) Gatot Teguh Waluyo, Danramil 1007-01/Banjarmasin Timur bersama Babinsa Pekapuran Raya, Sertu Eto mendatangi rumah warga yang hampir roboh, akibat termakan usia yang terletak di Jalan AMD Besar, Gang Bulan Mas III RT 34, Kelurahan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Sabtu (19/1/2019) siang.

Mayor (Inf) Gatot Teguh Waluyo menuturkan bahwa kegiatannya ini sebagai bentuk simpati dan kepedulian terhadap warganya yang mengalami musibah, sehingga dapat membantu moril dan dapat meringankan beban warga kurang mampu itu.

"Kami sudah melakukan pendataan. Untuk pemilik rumah itu atas nama Sarinah (50). Ia tinggal bersama tiga orang anaknya. Sedangkan pekerjaannya sebagai pengepul barang bekas alias pemulung," kata Danramil 1007-01/Banjarmasin Timur itu kepada Reporter Apahabar.com saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (19/1/2019).

Baca Juga: Cuaca Buruk, DLH Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Mayor Gatot berjanji, awal Februari 2019, rumah Sarinah akan 'dibedah' oleh prajurit TNI dari Koramil 1007-01/Banjarmasin Timur, sehingga menjadi hunian yang nyaman dan layak huni.

"Rumah Ibu Sarinah dipilih karena keadaannya sudah tidak layak huni. Kondisi rumahnya miring, sudah mau runtuh. Ini membahayakan penghuninya," jelasnya.

img

Mayor (Inf) Gatot Teguh Waluyo, Danramil 1007-01/Banjarmasin Timur saat mengecek kondisi rumah Sarinah yang sudah miring dan hampir roboh, Sabtu (19/1/2019). Foto-apahabar.com/Eddy Andriyanto

Sebagaimana diketahui, Sarinah (50) bersama tiga orang anaknya sudah tinggal di rumah itu sejak 20 tahun terakhir. Kondisi rumah tua itu kian memprihatinkan sekitar 2 tahun terakhir, karena sudah nyaris roboh.

Sarinah, yang hanya bekerja sebagai pengumpul barang bekas, mendapatkan uang hanya cukup untuk makan. Apalagi sejak ditinggal suami tercinta untuk selamanya, ia harus banting tulang menjadi tulang punggung bagi anak-anaknya.

Baca Juga: SMAN 5 Banjarmasin Harapkan Lahirkan Lulusan Berdaya Saing

Reporter: Eddy AndriyantoEditor: Aprianoor

Komentar