News

OJK Dorong Perputaran Ekonomi Melalui UMKM di Daerah

apahabar.com, JAKARTA – Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GARNAS BBI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja…

Featured-Image
Dua orang perajin tengah membuat barang kerajinan di rumah produksinya. Foto: iNews

apahabar.com, JAKARTA - Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GARNAS BBI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong para pelaku UMKM untuk terus bergerak.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyebut OJK merupakan regulator yang mengawasi sektor jasa keuangan Indonesia, sekaligus melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

"Kita melihat harus didorong dengan pusat pusat ekonomi baru di daerah, di regional sekarang," ujarnya Friderica melalui siaran daring dari kanal YouTube OJK TV, Jumat (16/9).

Friderica menerangkan ekonomi kreatif memiliki peluang luas dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Terlebih saat ini ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi untuk menstimulus sektor ekonomi di kota Padang.

"Jadi ini yang kami lakukan dengan Pak Sandiaga membuka banyak program, untuk bagaimana kita menggiatkan ekonomi-ekonomi di daerah, dan saya liat ini luar biasa dukungan masyarakat juga luar biasa," katanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan dari sebanyak 30 juta UMKM yang ditargetkan Presiden Joko Widodo, saat ini sudah sebanyak 21 juta UMKM yang sudah melakukan penjualan online.

"Ini akan menggerakan ekonomi kita 1,7% tambahan ekonomi dan 2 juta lapangan kerja baru," ujarnya.

Sandiaga Uno melihat bahwa Sumatera Barat dan OJK merupaka co-colaborator yang sangat ideal untuk bisa bekerja sama dalam kemajuan UMKM di setiap daerahnya. Ia juga mengajak semua warga Indonesia untuk menggunakan produk produk lokal.

"Jadi kalau kita bangga sama buatan Indonesia tapi bukan cuma bangga, tapi beli produk produk lokal," pungkasnya.

Komentar