Relax

Obsesi ‘Gila’ Elon Musk, Sejak Kecil Ingin Bangun Peradaban di Luar Bumi

apahabar.com, JAKARTA – Nama Elon Musk baru-baru ini kembali menjadi buah bibir. Usai menghebohkan jagat maya…

Featured-Image
Elon Musk (Foto: FoxBussines)

apahabar.com, JAKARTA – Nama Elon Musk baru-baru ini kembali menjadi buah bibir. Usai menghebohkan jagat maya dengan wacana membeli saham Twitter, salah satu perusahaan miliknya, Tesla Inc, kini memborong nikel Indonesia seharga Rp74,3 triliun.

Ini bukan kali pertama Elon menjadi topik perbincangan hangat. Miliarder eksentrik itu sudah seringkali menuai kontroversi berkat ide dan rencana yang tak biasa.

Sederet terobosannya di bidang teknologi terbilang sangat visioner, sampai-sampai tak sedikit yang mengecap dirinya sebagai 'orang gila' - namun dalam konotasi positif.

Beberapa inovasi Elon yang terkenal ialah disrupsi sektor otomotif dengan mobil listrik, pandangan futuristik soal membangun kota di Mars, menciptakan jaringan transportasi hyperloop dengan kecepatan 700 mil per jam, serta mengembangkan mobil terbang.

Pandangan futuristik Elon yang demikian bukanlah hal baru dalam kehidupannya. Mengutip laman The Stars, putra sulung dari pasangan Errol dan Maye Musk itu bahkan sudah menetapkan tujuannya untuk menjadi orang terkaya di dunia sejak pra-sekolah.

Jalan Elon untuk mewujudkan impian tersebut semakin dipertajam dengan didikan dari sang ayah, Errol Musk. Dia mengaku membesarkan putranya dengan menanamkan disiplin seperti yang dipelajari di militer.

Berdasarkan penuturan sang ayah, Elon kecil cukup berbeda dari anak-anak seusianya. Dia kerap berbicara tanpa filter dan lebih senang bergabung dengan percakapan orang dewasa.

Sewaktu masih berada di bangku sekolah, Elon selalu mendapat nilai bagus pada pelajaran Fisika dan Ilmu Komputer. Pria kelahiran Afrika Selatan ini juga menunjukkan kecintaannya terhadap alam semesta dan sains. Itulah sebabnya, dia sempat bermimpi menjadi fisikawan dengan akselerator partikel di masa depan.

Namun, sederet peristiwa yang terjadi dalam hidup Elon membuat dirinya banting stir. Alih-alih bekerja menjadi fisikawan, dia justru mendirikan start up pertamanya yang bergerak di bidang perangkat lunak.

Seiring berjalannya waktu, Elon menyadari tujuannya lebih besar dari sekadar membangun perusahaan internet. Kecintaan terhadap sains nampaknya juga sudah mendarah daging, sehingga dia pun kembali memikirkan jalan kariernya.

Elon kembali merenungkan hal yang kerap dia pertanyakan sewaktu berusia 12 tahun. Dalam batin kecilnya, dia bertanya-tanya, "Apa artinya dunia? Tentang apa semua ini? Apakah kita hidup dalam kehidupan yang tidak berarti?”

Berdasarka pemikiran itulah, Elon akhirnya mendirikan SpaceX pada 2002. Lagi-lagi, ide gila memenuhi isi kepalanya: dia merasa harus menyebarkan peradaban manusia di bumi sejauh mungkin agar bisa hidup di banyak planet.

Sampai sejauh ini, ide-ide visioner Elon yang lain berhasil terwujud di masa mendatang, seiring perkembangan zaman dan teknologi. Lantas, apakah rencana untuk mengirim kehidupan di luar bumi juga bakal berhasil? (Nurisma)

Komentar