Hot Borneo

Obat Gagal Ginjal Akut Tiba di Indonesia, Bagaimana Jatah Kalsel?

"Sampai saat ini belum ada informasi, kemungkinan diserahkan ke RS rujukan dulu," ujar Diauddin, Minggu (30/10).

Featured-Image
Kalsel tak dapat distribusi obat gagal ginjal dari Jepang. Foto: Tempo

apahabar.com, BANJARBARU - Obat gagal ginjal dari Jepang telah tiba di Indonesia, pada Sabtu (29/10) dini hari. Obat ini akan dibagikan ke pasien gagal ginjal akut.

Jumlah obat yang datang sebanyak 200 vial 1,5 ml Formepizole dikirim oleh PT Takeda Indonesia dari Jepang.

Rencananya, obat ini akan dibagikan secara bertahap dan gratis ke seluruh pelayanan kesehatan. Bagaimana dengan Kalimantan Selatan?

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin mengaku belum menerima informasi terkait obat gagal ginjal akut tersebut.

"Sampai saat ini belum ada informasi, kemungkinan diserahkan ke RS rujukan dulu," ujar Diauddin, Minggu (30/10).

Sementara, rumah sakit rujukan gagal ginjal pada anak tak ada di Kalsel. Hal itu diakui Diauddin baru tadi.

"Memang tak ada rumah sakit rujukan yang punya fasilitas cuci darah anak. Namun sebenarnya kalau diminta, kita mampu," kata Diauddin.

Menurut Diauddin, untuk bisa memiliki fasilitas hemodialisis anak, rumah sakit hanya meningkatkan sedikit spesifikasi alat cuci darah dewasa.

"Jadi, kalau misal diminta untuk melakukan itu, di RSUD Ulin pasti bisa," katanya.

Kalsel, ujar Diauddin memang tidak ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan. Tapi sebenarnya RS Ulin mampu untuk melakukan penanganan gagal ginjal pada anak maupun hemodialisa pada anak

"Jadi bukannya kita tidak mampu, tapi dari pusat tidak ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan," tandasnya.

Sebagai informasi, 14 rumah sakit rujukan sesuai surat edaran Kemenkes semuanya berada di luar Kalsel, yakni RSUP Dr Cipto Mangunkusumo, RSUD Dr Soetomo, RSUP Dr Kariadi Semarang, RSUP Dr Sardjito, RSUP Prof Ngoerah, RSUP H Adam Malik dan RSUD Saiful Anwar Malang.

Lalu, RSUP Hasan Sadikin, RSAB Harapan Kita, RSUD Dr Zainoel Abidin Banda Aceh, RSUP Dr M Djamil, RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang dan RSUP Prof Dr RD Kandou.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar obat antidotum ini akan diberikan secara gratis.

Kemenkes pun secara bertahap akan segera mendistribusikan obat ini ke seluruh rumah sakit rujukan tingkat provinsi di Indonesia.

Editor
Komentar