Pemko Banjarbaru

Nadjmi Adhani Ungkap Alasan PSBB Diterapkan di Banjarbaru

apahabar.com, BANJARBARU – Angka kasus positif Covid-19 di Kota Banjarbaru terbilang melandai. Kasus terkonfirmasi sembuh pun…

Featured-Image
Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani saat menyampaikan sambutan sebelum konvoi dimulai. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Angka kasus positif Covid-19 di Kota Banjarbaru terbilang melandai. Kasus terkonfirmasi sembuh pun meningkat.

Namun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan tetap dilaksanakan.

“Kenapa Banjarbaru perlu PSBB padahal tren Covid-19 di Banjarbaru menurun? Ada dua alasannya,” ujar Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani kepada awak media, Kamis (14/5) siang.

Pertama, karena Kota Banjarbaru telah resmi memegang SK persetujuan PSBB dari Kemenkes RI.

“Kedua kita harus meningkatkan kewaspadaan karena perbatasan lingkungan kita seperti Banjarmasin. Kabupaten Banjar telah muncul klaster klaster baru, sementara interaksi kontak Banjarbaru dan Banjarmasin ini sangat kuat. Itu lah kenapa kita tetap adakan PSBB,” ungkap Nadjmi.

Nadjmi menjelaskan penerapan PSBB itu juga sudah ditunjang persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari yang melibatkan tim gugus mulai tingkat kota sampai RT dan RW.

“Jaring sosial pengamanan pun sudah berjalan. Sumber dari APBN sudah berjalan, kita juga akan mendistribusikan bantuan yang bersumber dari Pemkot dan Pemprov,” sambungnya.

Selain itu, persiapan detail PSBB di lingkungan pasar tradisional pun sudah disiapkan dengan matang.

“Kita juga melakukan persiapan PSBB untuk pedagang di pasar, kita sudah melalukan pemetaan (physical distancing) di pasar,” katanya.

Layanan kesehatan juga sudah siap, begitu juga jaring pengaman sosial (JPS).

“Ini upaya kita menyongsong upaya PSBB, harapan kita PSBB di Banjarbaru hanya 1 putaran,” katanya seraya berharap dengan berlakunya PSBB di kota Banjarbaru, tidak lagi ditemukan kasus dan klaster baru.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Puja Mandela

Komentar