Hot Borneo

Moncer, Investasi di Kalsel Sudah Tembus Rp 6,75 triliun

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menarget investasi tahun ini menembus angka Rp11,66 triliun. Target…

Featured-Image
Sektor pertambangan batu bara masih menjadi penyumbang terbesar investasi di Kalsel. Foto ilustrasi: Antara

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menarget investasi tahun ini menembus angka Rp11,66 triliun.

Target tersebut sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga akhir 2022.

“Kami optimis target ini akan tercapai,” ujar Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, Rabu (10/8).

Keyakinan Hanfiah cukup berdasar. Sampai triwulan kedua, investasi yang masuk ke Banua tercatat sudah menyentuh Rp6,75 triliun.

Singapura menjadi negara yang paling dominan berinvestasi di Kalsel. Yakni mencapai 45 persen atau sebanyak 24 proyek.

“Disusul, Hongkong 7 proyek dengan nilai Rp97,8 miliar. Lalu Malaysia sebanyak 5 proyek senilai Rp24,5 milar,” katanya.

Sedang soal penanaman modal asing, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Banjar menjadi daerah terfavorit. Sektor investasi masih didominasi pertambangan.

“Diiringi industri kayu dan perumahan atau kawasan perkantoran,” tambahnya.

Sementara pada sektor penanaman modal dalam negeri (PMDN), nilai realisasi investasi tercatat pada Triwulan II 2022 sebesar Rp6,65 triliun.

Secara nasional, dengan capaian itu Kalsel berada di posisi 10 untuk PMDN dan PMA di peringkat ke 21.

Bicara PMDN, Banjarmasin, Tanah Laut, dan Kotabaru menjadi daerah yang paling banyak dilirik investor. Industri makanan, dan pertambangan mendominasi.

“Jika ditotal PMDN dan PMA, maka sektor pertambangan masih mendominasi,” akunya.

Hanifah berkomitmen Pemprov Kalsel siap menyediakan karpet merah bagi setiap investor yang akan berinvestasi di Banua.

“Kami akan mempermudah perizinan. Serta menyiapkan infrastruktur pendukung,” ujarnya.

Strategi lainnya demi memaksimalkan perbaikan kemudahan berusaha ialah melakukan eksekusi realisasi investasi besar, mendorong investor besar bermitra dengan pengusaha nasional di daerah proyek, serta mendorong peningkatan invetasi dalam negeri khususnya UMKM.

“Dan penyebaran investasi berkualitas serta promosi investasi,” tuntasnya.

Komentar