Hot Borneo

Misteri Air Putih Pemerkosaan Berkedok Nikah Batin di Tapin

apahabar.com, RANTAU – Reka ulang kasus pencabulan berkedok ‘nikah batin’ akhirnya digelar di Mapolres Tapin, Selasa…

Featured-Image
Tersangka JN dalam reka adegan singkat di Mapolres Tapin, Selasa (16/8). Foto: Polres Tapin

apahabar.com, RANTAU – Reka ulang kasus pencabulan berkedok ‘nikah batin’ akhirnya digelar di Mapolres Tapin, Selasa (16/8).

Sebuah maneken dalam bentuk menyerupai seorang perempuan digunakan tersangka JN (50).

Boneka itu seolah-olah MSN (28) warga Candi Laras Utara salah satu dari banyak korban aksi amoral pendaku guru spiritual itu.

Terlihat tersangka JN memeragakan sederet modus sebelum akhirnya berhasil mencabuli korban MSN.

Sejurus kemudian tersangka member air mineral kepada korban yang merupakan wanita bersuami itu.

Setelah meminum air putih itu, korban malah tak berdaya. Lantas apa kandungan air putih tersebut?

Ketika ditanya oleh Kapolres Tapin AKBP Ernesto Saiser, tersangka menjawab jika itu adalah air biasa.

“Air putih biasa namun sudah dibacai doa, setelah saya minum baru saya kasih ke korban. Tidak dicampur apa-apa,” aku JN.

Usai dicekoki air tersebut, korban yang sudah tak berdaya kemudian diajak ke kamar. “Saya ajak nikah batin,” ujarnya.

Namun demikian, El Saiser tak mau percaya begitu saja. Ia berjanji mendalami lagi soal air tersebut.

“Karena BB (air putih) sudah hilang waktu itu, jadi kita akan gali lagi informasi dari pelaku nanti,” ujarnya.

Pemerkosaan Berkedok Doa Bersama di Tapin, Korban Tak Berdaya Dicekoki Air Putih

Diwartakan sebelumnya, polisi membongkar praktik asusila berkedok ‘guru spiritual’ di Tapin.

Tersangka JN asal Barito Kuala (Batola) yang diduga sudah mencabuli empat jemaahnya ditangkap Jumat (12/8) lalu.

Saat kasus ini dikembangkan, terungkap jika aksi pelaku sudah berjalan selama empat tahun lamanya. Bahkan telah memiliki puluhan jemaah dari Batola dan Tapin.

"Jumlah jemaahnya kurang lebih 30 orang," ucap Ernesto Saiser.

Sementara baru diketahui jika korban aksi penyimpangan seksual JN berjumlah empat orang. Tiga korban dari Batola dan satu dari Tapin.

“Modus pelaku menggaet korban yakni dengan dalih ada jin di dalam tubuh korban,” ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan ada korban lain dari aksi bejat JN. Saiser mengimbau masyarakat korban JN segera melapor ke Polsek terdekat.

“Segera lapor, sehingga tersangka dapat dikenakan hukuman yang lebih berat," pesannya.

Komentar