Sport

Mengapa Pencetak Hattrick Berhak Membawa Pulang Bola Pertandingan?

apahabar.com, JAKARTA –Pernahkah anda melihat seorang pemain sepak bola membawa pulang bola pertandingan seusai suatu laga?…

Featured-Image
Son Cetak Hat-Trick / MSportID

apahabar.com, JAKARTA -Pernahkah anda melihat seorang pemain sepak bola membawa pulang bola pertandingan seusai suatu laga? Jika iya, maka bisa jadi pemain itu berhasil mencetak Hattrick pada laga tersebut.

Bola itu biasanya dijadikan sebagai suvenir atau kenang-kenangan atas keberhasilan sang pemain terhadap pencapaiannya. Contoh terakhir seorang pemain membawa bola pertandingan adalah ketika pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-Min mencetak tiga gol ke gawang Leicester City dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke-7 hari Sabtu (17/9) lalu.

Usai masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-59, pemain berjuluk Sonaldo ini mampu mencetak Hattrick kala dia mencetak gol di menit ke 73, 84 dan 86. Dan usai laga, son bergegas mengambil bola pertandingan untuk dibawa pulang.

Dan selain Son, tidak terhitung banyaknya pemain lain yang mencetak tiga gol dalam satu laga. Lantas muncul pertanyaan, sebenarnya sejak kapan tradisi ini muncul dan apakah ada alasan dibalik tradisi itu?

Istilah Hattrick Bukan Berasal Dari Sepak Bola

Istilah Hattrick ternyata bukan berasal dari olahraga sepak bola, melainkan dari olahraga kriket. Sejak tahun 1870-an, Hattrick sudah menjadi suatu istilah dalam olahraga yang memakai Bat (tongkat pemukul) sebagai salah satu peralatannya.

Sebenarnya tidak ada peraturan tertulis untuk memberikan bola pertandingan sebagai hadiah kepada pemain yang mencetak Hattrick. Namun hal itu sudah menjadi kebiasaan lama sejak sebelum tahun 1900, yang akhirnya menjadi sebuah tradisi di dunia sepak bola.

Hattrick Pertama

Pemain yang pertama kali mencetak Hattrick di pertandingan sepak bola internasional adalah John McDougall. Ia berhasil menceploskan si kulit bundar sebanyak tiga kali ke gawang lawan pada partai Skotlandia melawan Inggris pada 2 Maret 1878.

Sementara untuk ajang Piala Dunia, pencetak Hattrick pertama kali jatuh pada pemain asal Amerika Serikat yakni Bert Patenaude pada tahun 1930. Meski tidak ada yang tau pasti kapan dan pemain mana yang pertama kali memulai tradisi ini, tetapi hingga saat ini hal tersebut sudah menjadi suatu peraturan tidak tertulis dalam dunia sepak bola.

Pemain Berhak Memutuskan Diapakan Bola Hasil Hattrick

Pemain yang berhasil mencetak Hattrick memang berhak untuk membawa pulang bola pertandingan sebagai tanda apresiasi, akan tetapi jika pemain itu tidak bersedia untuk membawa pulang bola juga tidak menjadi masalah.

Mau diapakan bola itu juga merupakan keputusan dari sang pemain. Apakah bola itu mau disimpan sebagai kenang-kenangan atau malah diberikan kepada orang lain. Seperti pada April 2022 lalu saat mega bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo mencetak tiga gol ke gawang Norwich City kala membela Manchester United di Premier League. CR7 malah memberikan bola itu ke juniornya di MU, Alejandro Garnacho.

Cerita Unik Seputar Hattrick

Lantas bagaimana jika ada dua pemain yang mencetak Hattrick dalam satu pertandingan? Kepada siapa bola itu diberikan?

Kejadian itu pernah terjadi pada Januari 2004 saat Juventus bermain imbang 3-3 melawan Empoli. Tommaso Rocchi berhasil mencatat Hattrick untuk tim tuan rumah di menit ke-62. Di saat yang bersamaan striker Juventus, David Trezeguet juga berhasil mencetak trigol di menit ke-76.

Di kala itu, Rocchi menjadi pemain yang berhak untuk membawa pulang bola pertandingan karena ia mencetak Hattrick lebih cepat. Sedangkan pada Bulan Febuari 2016 saat Barcelona mencukur Valencia dengan skor 7-0 di ajang Copa del Rey, Striker andalan mereka Luis Suarez berhasil mencetak Quadttrick (empat gol) serta Lionel Messi mencetak tiga gol.

Pada akhir pertandingan, Suarez dan Messi sama-sama mendapatkan bola pertandingan.

Komentar