Relax

Menelisik Klaim Keturunan Ratu Inggris Elizabeth II dari Nabi Muhammad SAW

apahabar.com, BANJARMASIN – Beberapa sejarawan Barat pernah mengklaim mendiang Ratu Inggris, Elizabeth II, termasuk keturunan Nabi…

Featured-Image
Foto masa muda Ratu Kerajaan Inggris, Elizabeth II, sebelum meninggal dunia dalam usia 96 tahun, Jumat (9/9). Foto: IDN Times

apahabar.com, BANJARMASIN – Beberapa sejarawan Barat pernah mengklaim mendiang Ratu Inggris, Elizabeth II, termasuk keturunan Nabi Muhammad SAW. Benarkah demikian?

Klaim itu dikeluarkan salah satu penerbit silsilah Burke Peerage di pertengahan 1986, setelah mempelajari 43 generasi silsilah keluarga sang ratu.

Hubungan darah tersebut muncul ketika Direktur Penerbit Burke Peerage, Harold B Brooks-Baker, menulis untuk Perdana Menteri Margaret Thatcher.

“Keturunan langsung keluarga kerajaan dari Nabi Muhammad tidak dapat diandalkan untuk selamanya melindungi keluarga kerajaan dari teroris Islam,” papar Brooks-Baker seperti dilansir Republika.

“Tidak banyak orang Inggris yang tahu darah Muhammad mengalir di tubuh Ratu Elizabeth. Namun semua pemimpin agama Islam bangga dengan fakta ini,” imbuhnya.

Brooks-Baker mengklaim darah Nabi Muhammad SAW mengalir ke keluarga Kerajaan Inggris melalui raja-raja Arab di Sevilla yang pernah memerintah Spanyol.

Diketahui setelah Nabi Muhammad SAW wafat, berdiri Kekhalifahan Umayyah yang memiliki kawasan kekuasaan lebih dari 15 juta kilometer persegi dari Kaukasus (Eurasia) ke Semenanjung Iberia.

Kekhalifahan Umayyah merupakan kerajaan terbesar kelima dalam sejarah, karena mereka mengatur sekitar 62 juta orang atau 29 persen populasi dunia.

Kondisi ini membuat perkawinan antaragama antara Islam, Kristen dan Yahudi tak terhindarkan, hingga akhirnya Kekhalifahan Umayyah jatuh setelah Revolusi Abbasiyah antara 661 hingga 750 Masehi.

Abbasiyah adalah sebuah dinasti yang didirikan Abu Al-Qasim Muhammad ibn Abbad. Al-Qasim diklaim sejarawan sebagai keturunan langsung Nabi Muhammad SAW melalui Siti Fatimah.

Al-Qasim menjadi penguasa Sevilla dan memerintah hingga wafat awal 1042. Selanjutnya kepemimpinan Al-Qasim dilanjutkan Muhammad Al-Mu’tamid hingga 1071 dan tercatat menjadi pemimpin terakhir Abbasiyah.

Lantas pertengahan 1091, Abbasiyah jatuh ke tangan Almoravid, sebuah dinasti kekaisaran Berber dari Maroko di Afrika Tengah.

Dalam penelusuran Burke Peerage, Al-Qasim memiliki seorang putri bernama Zaida yang mengungsi ke istana Raja Alfonso VI di Galicia selama serangan Almoravid.

Kemudian Zaida disebutkan memelik agama Katolik Roma dan menikah dengan Raja Alfonso VI, lalu berganti nama menjadi Isabella setelah dibaptis.

Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki putra bernama Sancha Alfonsez yang akhirnya memiliki lebih banyak keturunan.

Dua abad kemudian, tepatnya 1352, keturunan Raja Alfonso dan Zaida bernama Maria de Padilla, memiliki anak dengan Raja Peter dari Castille. Mereka memiliki empat anak, dua di antaranya menikah dengan putra Raja Edward III dari Inggris.

Generasi selanjutnya adalah Ratu Elizabeth yang memiliki royalti penuh atas pencampuran keturunan dari peradaban Barat dan Timur.

Menurut Brooks-Baker inilah silsilah yang mendasari klaim bahwa Ratu Elizabeth II merupakan keturunan dari Nabi Muhammad SAW:

Elizabeth II, Queen of the UK – putri dari
George VI, King of the UK – putra dari
George V, King of the UK – putra dari
Edward VII, King of the UK – putra dari
Victoria, Queen of the UK – putri dari
Edward, Duke of Kent and Strathearn – putra dari
George III, King of Great Britain – putra dari
Frederick, Prince of Wales – putra dari
George II, King of Great Britain – putra dari
George I, King of Great Britain – putra dari
Sophia, Electress of Hanover – putri dari
Elizabeth of Bohemia – putri dari
James I/VI, King of England, Ireland & Scotland – putra dari
Mary, Queen of Scots – putri dari
James V, King of Scots – putra dari
Margaret Tudor – putri dari
Elizabeth of York – putri dari
Edward IV, King of England – putra dari
Richard Plantagenet, Duke of York – putra dari
Richard of Conisburgh, Earl of Cambridge – putra dari
Isabella Perez of Castille – putri dari
Maria Juana de Padilla – putri dari
Maria Fernandez de Henestrosa – putri dari
Aldonza Ramirez de Cifontes – putri dari
Aldonza Gonsalez Giron – putri dari
Sancha Rodriguez de Lara – putri dari
Rodrigo Rodriguez de Lara – putra dari
Sancha Alfonsez, Infanta of Castile – putri dari
Zaida (aka Isabella) – putri dari
Al-Mu’tamid bin Abbad, King of Seville – putra dari
Abbad II Al-Mu’tadid, King of Seville – putra dari
Abu Al-Qasim Muhammad bin Abbad, King of Seville – putra dari
Ismail bin Qarais – putra dari
Qarais bin Abbad – putra dari
Abbad bin Amr – putra dari
Amr bin Aslan – putra dari
Aslan bin Amr – putra dari
Amr bin Itlaf – putra dari
Itlaf bin Na’im – putra dari
Na’im bin al-Lakhmi – putra dari
Na’im al-Lakhmi – putra dari
Zahra bint Husayn – putri dari
Husayn bin Hasan – putra dari
Hasan bin Ali

Silsilah tersebut tentu saja meyakinkan, sehingga Ratu Elizabeth II merupakan keturunan Nabi Muhammad melalui Zaida.

Akan tetapi berdasarkan buku yang ditulis pakar sejarah Timur Tengah, Simon Barton, berjudul Conquerors, Brides, and Concubines; Interfaith Relations and Social Power in Medieval Iberia (2015), terungkap fakta lain.

Zaida atau Isabella ternyata bukan anak kandung Al-Mu’tamid bin Abbad, melainkan hanya menantu, atau istri Abu Nasr Al-Fath Al-Ma’mÅ«n yang tewas dalam serangan Berber di pertengahan 1091.

Sejarawan Timur Tengah lain, Bernard F Reilly, dalam buku The Kingdom of Leon-Castilla under King Alfonso VI, 1065-11-09, mengungkap bahwa Raja Alfonso VI memiliki dua istri dan selir yang sama-sama bernama Isabel atau Isabella.

Zaida disebut adalah salah seorang dari Isabella tersebut. Melalui Zaida pula, Raja Alfonso VI mendapatkan anak bernama Sancho Alfonsez.

Sancho Alfonsez sendiri tewas dalam usia 15 tahun, karena dibunuh oleh warga muslim lokal di Ucles dalam upaya melarikan diri dari serangan Moor di pertengahan 1108.

Tulisan Bernard F Reilly itu sontak membantah klaim silsilah yang ditulis Brooks-Baker yang menyatakan bahwa anak Zaida dan Raja Alfonso VI adalah Sancha Alfonsez.

Faktanya Sancha Alfonsez adalah anak perempuan yang tak dilahirkan Zaida, melainkan Ratu Isabel di awal 1104. Sedangkan Sancho Alfonsez adalah anak Zaida yang dilahirkan 11 tahun sebelumnya, tepatnya pertengahan 1093.

Dengan demikian, klaim yang mengatakan bahwa Ratu Elizabeth II adalah keturunan Nabi Muhammad SAW secara genealogis jelas meragukan.

Di sisi lain, Burke Peerage sudah kehilangan kredibilitas penerbit di bidang genealogi kebangsawanan sejak dipimpin Sir Bernard Burke mulai 1839.

Bernard Burke juga dianggap mewariskan sejumlah data substansial yang cacat dan keliru. Data dimaksud meliputi anekdot abad pertengahan yang ditampilkan sebagai fakta.

Tak heran Telegraph menyebut komentar Brooks-Baker yang memimpin Burke Peerage sejak 1984, dibuat tanpa otoritas dan pengetahuan memadai.

The Guardian juga punya julukan khusus untuk Brooks-Baker sebagai super snob atau orang yang terlampau sok tahu.

Komentar