DPRD Kalsel

Masyarakat Berharap Kehadiran Pemprov Kalsel Terasa Hingga Desa

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalsel, Firman Yusi baru saja menyelesaikan reses. Saat menjaring aspirasi, banyak…

Featured-Image
Anggota DPRD Kalsel, Firman Yusi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalsel, Firman Yusi baru saja menyelesaikan reses. Saat menjaring aspirasi, banyak masyarakat yang berharap kehadiran Pemprov Kalsel terasa hingga ke desa.

“Bukan berarti Pemprov Kalsel saat ini tidak benar-benar hadir di masyarakat. Yang dimaksud, perannya diharapkan lebih kuat lagi. Apalagi kita tengah menghadapi dampak dua bencana, Covid-19 dan banjir yang terbesar sepanjang sejarah,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat reses di Tabalong, Balangan dan HSU ini dari tanggal 1-8 Februari 2021.

Poin-poin penting yang diharapkan masyarakat antara lain, adalah dukungan pemberdayaan masyarakat dan pemuda desa yang bisa berwujud partisipasi dana dari pemerintah provinsi ke desa untuk mendukung aktivitas tersebut.

“Hingga saat ini kontribusi APBD Kalsel terhadap pendapatan desa masih nihil. Jika bantuan ini bisa terwujud, tentu akan sangat membantu percepatan pemulihan ekonomi dampak dari dua bencana tersebut,” jelas Firman.

Selain itu, dampak dari bencana yang melanda Kalsel juga mengancam ketahanan pangan di daerah ini. Tak sedikit lahan pertanian yang terancam gagal panen, karena tertimbun lumpur akibat banjir.

“Ini memerlukan penanganan segera. Sebab lahan yang telah tertimbun lumpur memerlukan perlakuan khusus agar dapat digunakan kembali untuk pertanian,” tambahnya.

“Normalisasi sungai dan saluran air di kawasan lumbung-lumbung pangan diharapkan mendapat dukungan hingga mampu dilakukan percepatan, termasuk evaluasi dan penanganan drainase di jalan milik provinsi,” sambungnya.

Selain pemulihan, ujar Firman Yusi, petani juga memerlukan perlindungan atas produk pertanian lokal. Dikemukakannya, kalau petani sulit bertahan dengan serbuan produk dari luar Kalsel.

“Petani berharap ada usaha-usaha menjamin ketersediaan bibit berkualitas, baik padi maupun hortikultura. Kemudahan memperoleh pupuk dan tata niaga yang berpihak kepada petani lokal juga sangat diharapkan untuk menjamin kesejahteraan petani,” pungkasnya.

Komentar