Sport

Liga 1 2022/2023 Ditunda, Borneo FC Bicara Untung Rugi!

Asisten pelatih Borneo FC, Miftahuddin Mukson, bicara untung dan rugi akibat penundaan Liga 1 2022/2023.

Featured-Image
Aksi Jonatan Bustos dalam pertandingan kontra Madura United di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Borneo FC Official

apahabar.com, BANJARMASIN - Asisten pelatih Borneo FC, Miftahuddin Mukson, bicara untung dan rugi akibat penundaan Liga 1 2022/2023.

Diketahui, Liga 1 2022/2023 dihentikan sementara pasca-tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. 

Dengan situasi tersebut, Borneo FC dikatakan mendapat hal positif, di mana tim pelatih bisa meningkatkan kekuatan fisik Stefano Lilipaly dkk. 

Apalagi, Borneo FC baru kedatangan pelatih baru, Andre Gaspar. Jadi ini kesempatan bagi tim untuk beradaptasi dengan gaya permainan juru taktik asal Brasil itu. 

“Kalau dilihat memang ada untung dan ruginya dengan penundaan kompetisi ini. Keuntungannya, kami punya waktu memperkuat fisik dn taktikal serta memperbaiki kelemahan yang ada,” ucap Miftah.

Namun, kata Miftah, dengan vakumnya Liga 1 tanpa batas waktu, itu membuat rencana tim tak bisa dijalankan dengan maksimal. Fokus dan konsentrasi pemain terpecah karena mereka juga waswas kariernya.  

"Fokus dan konsentrasi pemain juga sedikit terganggu dengan dihadapkan pada ketidakpastian lanjutan kompetisi seperti ini,” kata asisten pelatih Borneo FC itu. 

Solusi yang dijalankan tim pelatih Borneo FC saat ini adalah menyiapkan program latihan yang lebih adaptif, agar pemain bisa sedikit berkonsentrasi.

Miftah menyebutkan, secara umum kondisi pemain masih normal setelah liburan. Ada yang kondisinya menurun, tapi ada pula yang stabil bahkan meningkat dari sisi kekuatan fisik

“Yang pasti dalam latihan beberapa hari ke depan, kami kembali meningkatkan kekuatan fisik pemain,” tuntasnya. 

Editor
Komentar