Hot Borneo

Kotabaru Masuk Inflasi Tertinggi Nasional, Sekda Said Akhmad Ungkap Penyebabnya

apahabar.com, KOTABARU – Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan tercatat sebagai salah satu tingkat inflasi tertinggi nasional mencapai…

Featured-Image
Ilustrasi kenaikan harga bahan pokok. Foto: Suara.com

apahabar.com, KOTABARU – Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan tercatat sebagai salah satu tingkat inflasi tertinggi nasional mencapai angka 7,6 persen.

Berdasarkan data dihimpun media ini, tercatat lima Kabupaten/Kota dengan inflasi tertinggi itu, antara lain Kota Luwuk, Sulawesi Tengah dengan 7,8 persen, Kota Jambi, Jambi dengan 7,7 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan dengan 7,6 persen, Kota Sampit, Kalimantan Tengah dengan 7,5 persen, serta Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara dengan 7,4 persen.

Kondisi itu pun langsung menjadi atensi serius jajaran Pemkab Kotabaru untuk melakukan berbagai upaya dalam menanggulanginya.

Sekda Said Akhmad mengatakan berkenaan dengan Kotabaru masuk inflasi tertinggi nasional terdapat beberapa hal yang menjadi penyebabnya, di antaranya barang yang tidak diproduksi di Kotabaru.

“Inflasi ini, ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, di antaranya ialah barang-barang atau komoditas yang didatangkan dari luar daerah kita,” ujar Said, Selasa (13/9).

img2

Sekda Kotabaru Said Akhmad. Foto-apahabar.com/Masduki

Sekda Said Akhmad merincikan sejumlah komoditas yang didatangkan dari luar ialah ayam potong, telur, cabai, bawang serta sejumlah bahan pokok lainnya.

Namun demikian sambungnya, Pemkab Kotabaru akan terus berupaya agar bahan-bahan pokok tersebut tidak langka dan tetap mencukupi masyarakat.

Salah satu upaya untuk menekan angka inflasi tersebut dengan cara membuka pasar murah, dan pemberian subsidi silang, atau subsidi untuk biaya transportasi barangnya.

“Jadi, berkenaan dengan pemberian subsidi ini kami masih berkoordinasi dengan Pemprov Kalsel agar pelaksanannya sesuai aturan dan lancar,” ucap Said.

Diberitakan sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotabaru, Akhmad Rivai, memastikan inflasi Kotabaru tertinggi nomor dua di Kalimantan, periode Juni 2022.

“Komoditas Kotabaru mengalami inflasi sebesar 1,32% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,38. Ini inflasi tertinggi kedua di antara 12 kota di Kalimantan,” ujar Rivai, Sabtu (2/7).

Rivai mengatakan, untuk inflasi tertinggi pertama yakni Tanjung Selor dengan inflasi sebesar 1,78 persen dengan IHK sebesar 111,32.

Tercatat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kotabaru. Antara lain, bawang merah (0,14%), cabai rawit (0,12%), angkutan udara (0,12%), telur ayam ras (0,10%), dan rokok kretek filter (0,10%).

Sementara, kata Rivai, dibandingkan pada bulan Mei 2022 lalu, Kotabaru mengalami inflasi tertinggi di Kalimantan yaitu sebesar 1,23% dengan IHK sebesar 114,86.

Diketahui komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain angkutan udara (0,44%), bawang merah (0,13%), bahan bakar rumah tangga (0,12%), ikan kembung (0,10%) dan daging ayam ras (0,08%).

“Nah, untuk komoditas yang mengalami penurunan harga ialah, bayam (-0,07%), emas perhiasan (-0,06%), cabai rawit (-0,06%), bawang putih (-0,02%) dan cabai merah (-0,02%),” pungkasnya.

Rivai bilang, hasil peninjauan informasi harga di Pasar Kemakmuran Kotabaru pada tanggal 1 Juli 2022 tercatat harga bawang merah Rp61 per Kg, cabai rawit Rp125 per Kg, telur ayam ras Rp28.500 Kg, daging ayam ras Rp42.500 per Kg, ikan tongkol Rp25 ribu per Kg, minyak goreng Alif Rp22.500 perliter, minyak goreng curah Rp14.500 per liter, bawang putih Rp24 ribu per Kg.

“Jadi, untuk mendorong kestabilan harga bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat diperlukan strategi bagi SKPD menyusun program, dan kegiatan dengan mempertimbangkan perkembangan terjadinya penyebab inflasi di Kotabaru khususnya di bidang pertanian, serta peternakan,” pungkasnya.

Inflasi Kotabaru Masuk Deretan Nasional, Begini Langkah Pemprov Kalsel

Komentar