Tak Berkategori

Kolong Jembatan Dipagar, 20 Jiwa Bingung

apahabar.com, BANJARMASIN – Kolong Jembatan Antasari telah dipagar besi oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Akibatnya, delapan Kepala…

Featured-Image
DIPAGAR – Petugas mempersiapkan pagar besi untuk menutup kolong jembatan Antasari Banjarmasin. Foto – apahabar.com/baha

apahabar.com, BANJARMASIN – Kolong Jembatan Antasari telah dipagar besi oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Akibatnya, delapan Kepala Keluarga (KK) dengan 20 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Seorang warga yang tinggal di kolong jembatan sebelumnya, Siti Julaiha mengaku kebingungan dan pasrah terhadap pemagaran yang dilakukan pihak PUPR pada kolong jembatan tersebut. Lantaran, kolong jembatan tersebut tempat ia bertahan hidup selama satu tahun terakhir.

“Saya tidak tahu lagi harus apa. Sehari hari saja saya bertahan hidup dari mengais sampah plastik di sungai yang kemudian dijual ke pengepul sampah plastik,” ucap janda ini, Rabu (12/12).

Menurutnya, pemerintah meski memperhatikan warganya yang terlantar. Apalagi ia mengaku pernah menyewa rumah di Teluk Kelayan dan akhirnya tidak mampu membayar. Lalu memilih tinggal di kolong jembatan, “Kalau sudah dibersihkan dan dipagar seperti ini, mau tinggal dimana lagi saya,” ujarnya sedih.

Julaiha berharap ada belas kasih dari Pemerintah setidaknya untuk menyewakan rumah atau menempatkan di panti sosial bukan malah menelantarkan sejumlah warga yang tinggal di kolong Jembatan Antasari tersebut.

” Saya mewakili teman teman meminta agar pemerintah bisa sedikit melirik kami, tak perlu dibuatkan rumah, kami hanya minta sewakan rumah untuk sementara dan minta bantu memperkerjakan kami agar kami dapat menjalani kelangsugan hidup,” harapnya.

Warga yang lainnya Diang sangat bersedih karena kehilangan tempat tinggal, terlebih ia tidak punya siapa siapa di Banjarmasin, senasib dengan Julaiha, Diang juga seorang janda yang ditinggalkan suaminya entah kemana tanpa ada kabar

“Saya ini janda mas, saya tidak bisa apa apa lagi kalau seperti ini, tempat tinggal hilang untuk bertahan hidup, ini apa lagi di pagar besi, saya sangat bersedih, mudah mudahan pemerintah bisa mendengar jeritan kami dan memberi kami perhatian agar tidak ada lagi warga yang terlantar seperti kami,” kata Diang.

PLT Kepala Dinas PUPR mengatakan pemagaran tersebut menyusul adanya program pemerintah untuk membersihkan kawasan kolong jembatan agar tidak ada lagi aktifitas di bawah kolong jembatan yang dinilai sangat berbahaya.

Sebelumnya pemagaran kolong jembatan tersebut dimaksudkan pemerintah agar tidak ada lagi yang diam menetap di kolong jembatan karena dinilai sangat berbahaya untuk tempat kolong jembatan tersebut sebagai tempat tinggal.

Reporter : Bahaudin Qusairi

Editor : Syarif

Komentar