Banjarmasin Hits

Klaim Perbaiki Titian Pulau Bromo, Dinas PUPR Banjarmasin Kibuli Warga?

Dinas PUPR Kota Banjarmasin mengklaim sudah melakukan pengerjaan titian di Pulau Bromo sudah mulai dilakukan.

Featured-Image
Kondisi titian yang jadi akses jalan satu-satunya warga di Pulau Bromo Banjarmasin Selatan. Foto: apahabar.com/Riyad.

apahabar.com, BANJARMASIN - Dinas PUPR Kota Banjarmasin mengklaim sudah melakukan pengerjaan titian di Pulau Bromo.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Banjarmasin, Emil Salim mengatakan dengan pasti bahwa perbaikan sudah dimulai.

"Kami sudah ke sana. Sudah mengukur ulang. Dananya juga sudah diketok palu tanggal 11 Oktober tadi. Sudah kami mulai. Untuk warga, apa yang tidak kami lakukan," katanya meyakinkan, pada Senin (24/10) lalu.

Demikian pula ketika dikonfirmasi ulang terkait perbaikan itu pada Selasa (26/10) pagi, jawaban Emil juga tidak berubah. Masih yakin, kalau perbaikan sudah mulai dilakukan. 

Kondisi titian yang jadi akses jalan satu-satunya warga di Pulau Bromo Banjarmasin Selatan. Foto: apahabar.com/Riyad.
Kondisi titian yang jadi akses jalan satu-satunya warga di Pulau Bromo Banjarmasin Selatan. Foto: apahabar.com/Riyad.

Lantas benarkah demikian? Dari hasil pantauan di sepanjang Pulau Bromo, alih-alih ada perbaikan, material untuk pembangunan saja tidak kelihatan.

Salah satu warga, Jannah mengatakan, tidak ada perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah. "Paling datang ngukur-ngukur saja," katanya.

Kata Jannah, saking parahnya kerusakan titian, sejumlah petugas PLN hendak memperbaiki rusaknya satu buah tiang listrik di situ sekitar setengah bulan lalu.

Saat petugas meletakkan mesin di atas titian untuk melalukan pengelasan, titian seketika runtuh.

"Petugas serta mesin las-nya tercebur ke sungai. Untung saja banyak warga yang membantu," ceritanya.

Warga lainnya, Junaidi juga membeberkan, tidak ada perbaikan sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu.

"Dua periode Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menjabat, tidak pernah ada perbaikan," tekannya.

Baca Juga: Ratusan Baut Jembatan Bromo Hilang, Dinas PUPR Laporkan ke Polsek Banjarmasin Selatan

Senada, M Zaini mengaku tidak ada perbaikan titian. Pun hingga hari Rabu (26/10). Kendati demikian, Zaini mengaku sempat mendengar kabar, bahwa titian bakal diperbaiki. Meskipun tak diketahui, kapan perbaikan yang dimaksud bakal dimulai.

"Rasanya, sudah sering kami mengutarakan permintaan perbaikan dan selalu dijanjikan. Tapi, tak kunjung ada realisasi," keluhnya.

"Kami di sini mengusulkan perbaikan, tapi yang lebih dulu diperbaiki justru di seberang sana," tekannya, seraya menjelaskan bahwa perbaikan ada di kawasan Jalan Parigi. Lokasinya, berseberangan dengan Pulau Bromo. Ibarat kata, kami ini hanya seperti dijadikan tumbal politik saja," tuturnya.

Usai mendatangi ke lokasi, upaya konfirmasi ke Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas PUPR Banjarmasin, Emil Salim kembali dilakukan.

Diluar dugaan, jawaban justru tak lagi sama seperti yang diutarakan sebelumnya.

Demikian pula ketika ditanya kembali perihal berapa dana yang dikucurkan untuk perbaikan. Tak ada jawaban yang didapat.

"Harap bersabar. Dananya baru diketok palu. Tapi kami sudah ukur sama penyedianya. Tapi mohon izin, perlu proses, beli bahan-bahannya," ujarnya.

"Tolong sabar sedikit. Kita perbaiki ujung ke ujung. Dari Rt 4 dahulu. Panjang perbaikan sekitar di bawah 100 meter. Rt 7 kami kerjakan juga, tapi belum. Satu-satu terlebih dahulu," tandasnya.

Ironi Warga Pulau Bromo

Untuk diketahui, Pulau Bromo merupakan delta di Sungai Barito yang didiami oleh 1.000 lebih penduduk.

Berada di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Terdiri dari empat rukun tetangga (RT). Antaranya RT 4, RT 5, RT 6 dan RT 7.

Ironisnya, satu-satunya akses penduduk yang bermukim di sana hanya titian. Menurut mereka, titian di sana tak pernah diperbaiki sudah lebih puluhan tahun.

Kerusakan terjadi hampir di tiga RT. Yakni RT 4, RT 6 dan RT 7. Ketika titian dilintasi, rasanya bergoyang-goyang.

Sejatinya warga tidak berdiam. Mereka sudah sering melakukan perbaikan dengan dana urunan. Namun demikian, itu tak bertahan lama. 

Belakangan, kondisi titian yang rusak itu menarik perhatian sejumlah legislator di DPRD Banjarmasin. Mereka mendesak Dinas PUPR Banjarmasin melakukan perbaikan sebagian titian tahun ini.

Lantaran sudah sangat mendesak, perbaikan titian pun menggunakan sistem penunjukan langsung (PL). Rencana dana yang dialokasikan senilai Rp200 juta.

Perbaikan difokuskan dua titik dengan panjang perkiraan 100 meter. Tersebar di dua Rt. Yakni Rt 4 dan Rt 7. Atau, bagian terujung di pulau tersebut.

Kondisi titian yang jadi akses jalan satu-satunya warga di Pulau Bromo Banjarmasin Selatan. Foto: apahabar.com/Riyad.
Kondisi titian yang jadi akses jalan satu-satunya warga di Pulau Bromo Banjarmasin Selatan. Foto: apahabar.com/Riyad.
Editor
Komentar