Hot Borneo

Kisah Pria Pulau Marabatuan Bertahun-tahun Selamatkan Penyu di Kotabaru

apahabar.com, KOTABARU – Seorang pria bernama Busdar merupakan seorang anak nelayan asli asal Pulau Marabatuan, Kecamatan…

Featured-Image
Anak penyu dilepasliarkan menuju laut. Foto: Antara

apahabar.com, KOTABARU – Seorang pria bernama Busdar merupakan seorang anak nelayan asli asal Pulau Marabatuan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru.

Pria lajang berusia 37 tahun itu, sudah bertahun-tahun rela mengabdikan diri menjadi aktivis lingkungan, utamanya berkenaan dengan kelestarian pesisir dan biota laut.

Menjaga kebersihan pantai, hingga memelihara beragam biota lautnya pun menjadi tugas prioritas dalam kesehariannya.

Bahkan, sebelum fokus menjaga kelestarian lingkungan laut di kampung halamannya, Busdar pun telah lama bergabung bersama para aktivis lingkungan laut di berbagai daerah luar Kalsel.

Busdar sendiri mengaku rela menjadi aktivis lantaran miris melihat kondisi laut berikut biotanya masih kerap dirusak para oknum hingga terancam punah.

“Intinya, saya bersama rekan-rekan tidak ingin lingkungan laut Bumi Sa Ijaan serta biotanya dirusak, dan harus tetap lestari,” ujar Busdar, alumni MA Darul Ulun ini kepada apahabar.com, Kamis (1/9).

Menurutnya, kini ia resmi bergabung dengan salah satu organisasi aktivis lingkungan independen bernama Pamali.

img2

Busdar pria asal Pulau Sembilan Kotabaru bertahun-tahun jadi aktivis lingkungan laut. Foto: Dok.pribadi

Menjadi fokus pengawasannya ialah pesisir Pulau Denawan. Ke pulau itu ditempuh satu jam menggunakan kapal dari Desa Marabatuan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru.

Pamali telah lama resmi berdiri alias sekitar tahun 2012 silam. Organisasi itu disokong oleh pihak Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Laut (BPSPL) Pontianak satuan kerja wilayah Kalsel.

Di Pulau Denawan, Busdar bersama tiga orang rekannya yang aktif tengah aktif menjaga dan memelihara laut, kebersihan pesisir, juga satwa yang dilindungi.

Salah satu satwa yang masih tercatat banyak dan hidup bebas di pulau itu ialah Penyu.

“Jadi, di pulau itu, kami terus menjaga kelestarian Penyu. Kalau ada telurnya terancam terendam air laut maka harus cepat kami pindah supaya bisa menetas dan berkembang biak,” ujarnya.

Busdar menaruh harapan besar agar pemerintah daerah makin berperan aktif menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat perihal pentingnya menjaga lingkungan laut juga satwa yang dilindungi.

“Harapan kami pemerintah juga getol sosialisasi, baik lewat media, baliho agar masyarakat sadar, dan sama-sama mengerti betapa pentingnya memelihara kelestarian lingkungan laut ini,” harapnya mengakhiri.

Komentar